Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Lokasi Titik Demo Mahasiswa 11 April di Medan Masih Sepi

Senin, 11 April 2022 | 12:31 WIB Last Updated 2022-04-11T11:34:26Z
Situasi Kantor DPRD Sumut.
MEDAN (Kliik.id) - 
Sejumlah titik-titik aksi demo mahasiswa di Kota Medan masih terpantau sepi pada Senin (11/4/2022) hari ini.

Pantauan di depan Kantor DPRD Sumut, Kantor Wali Kota Medan dan Lapangan Merdeka masih belum ada tanda-tanda akan didatangi pendemo.

Beberapa petugas dari kepolisian, dinas perhubungan dan Satpol PP Kota Medan tampak berdiri di sekitaran kantor DPRD Sumut.

Presiden Mahasiswa UNIMED, Rayanda belum memastikan pihaknya akan menggelar aksi hari ini.

"Kalau hari ini kayaknya dari mahasiswa UINSU, USU dan lainnya. Kabarnya memang dari mereka yang turun hari ini," ujar Rayanda, Senin (11/4/2022).

Sementara, Presiden Mahasiswa USU, Rizky juga menyebutkan pihaknya tidak turun pada aksi 11 April 2022 ini.

"Kami masih konsolidasi nanti malam, khususnya BEM se-Sumatera Utara," ujarnya.

Sementara, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda memastikan personelnya dikerahkan dalam pengamanan demo mahasiswa hari ini, Senin (11/4/2022).

Dalam pengamanan, pihaknya tidak membawa senjata api sesuai Peraturan Kapolri No 01/2009 dan Prosedur Tetap 01/2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian serta tahap tahap penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.

Valentino menjelaskan, pihaknya menyiagakan ratusan personel di sejumlah titik unjuk rasa mahasiswa.

"Kita mengantisipasi apabila ada unjuk rasa dan pengamanan untuk keamanan bersama," katanya.

Diketahui, sejumlah mahasiswa berencana menggelar aksi demo di DPRD Sumut dan sejumlah lokasi lainnya.

Sebagai informasi, ada 6 tuntutan yang akan disampaikan mahasiswa dalam demo yang akan digelar ini.

Pertama, BEM SI mendesak Presiden Joko Widodo untuk tegas menolak penundaan Pemilu 2024 dan wacana tiga periode.

Kedua, menuntut dan mendesak Jokowi menunda dan mengkaji ulang Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN), termasuk pasal-pasal bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik, ekonomi dan kebencanaan.

Ketiga, mendesak dan menuntut Jokowi menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya.

Keempat, mendesak dan menuntut Jokowi mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.

Kelima, mendesak dan menuntut Jokowi menyelesaikan konflik agraria di Indonesia.

Terakhir, menuntut dan mendesak Jokowi-Maruf Amin berkomitmen penuh menuntaskan janji-janji kampanye pada sisa masa jabatan. (Rls)
×
Berita Terbaru Update