![]() |
| Asisten I Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Kesehatan, Muhammad Faridz Syahrian, memberikan keterangan kepada wartawan. |
Faridz menyebut insiden tersebut dipicu oleh adanya miskomunikasi dalam proses pelayanan.
Hal itu disampaikan Faridz saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke RSUD Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi pada Jumat (9/1/2026) sore.
Dia menegaskan pelayanan kesehatan bagi rakyat harus menjadi prioritas utama tanpa memandang status pasien.
"Saya melihat pihak Pemerintah Kota (Pemko) telah melakukan upaya perbaikan. Apapun status pasiennya, memang harus kita layani, rakyat Indonesia, rakyat yang butuh pertolongan harus dilayani. Mungkin ada miskomunikasi dalam prosesnya, namun ke depan hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi," ujar Faridz dalam sesi wawancara bersama wartawan.
Dia mengatakan telah menyempatkan diri menjenguk pasien berinisial S di RS Chevani. Faridz mengonfirmasi kondisi pasien saat ini relatif stabil dan telah mendapatkan tindakan medis lanjutan.
Menurutnya, S merupakan pasien rutin di RSUD Kumpulan Pane yang memang memerlukan penanganan untuk kondisi kesehatan tertentu.
Selain memantau kasus tersebut, kunker ini juga bertujuan untuk meninjau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Puskesmas serta implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tebingtinggi.
"Kita memberikan masukan ke Presiden, apa yang menjadi isu kesehatan nasional," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik menekankan komitmen Pemko dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, termasuk di RSUD Kumpulan Pane, FKTP Puskesmas, maupun kriteria baik pada pelaksanaan program MBG.
Menanggapi kejadian viral tersebut, Erwin mengatakan manajemen telah bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Namun dia mengakui adanya kendala di tingkat pelaksana.
"Ada beberapa komponen SOP yang kemungkinan kurang dipahami oleh praktisi di lapangan atau staf akar rumput. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami," ujarnya.
Sementara, Direktur RSUD Kumpulan Pane Lili Marliana menyampaikan permohonan maaf dan menjadikan insiden ini sebagai pembelajaran berharga.
Lili berjanji akan memaksimalkan pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Ini suatu pembelajaran yang berharga. Kedepan kami akan berusaha maksimal, tidak akan terulang kembali," kata Lili.
Sementara itu, Sekretaris Satgas Mutu Pelayanan Kesehatan Sumut Muhammad Emirsyah Harvian Harahap, mengingatkan bahwa Sumatera Utara, termasuk Tebingtinggi, sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC).
Artinya, seluruh warga berhak mendapatkan pengobatan gratis sesuai aturan.
"Mohon kita laksanakan. Akan keluar rekomendasi dari Satgas, biasanya ditembuskan ke Ombudsman, Gubernur dan BPJS Kesehatan. Tapi kita melihat beritanya ini, ada miskomunikasi. Artinya kenapa ini bisa terjadi? Lakukan komunikasi yang baik," pungkasnya.
Sebelumnya, video penolakan pasien di RSUD Kumpulan Pane dengan alasan ruangan penuh viral di media sosial pada Jumat (9/1/2026).
Selain membahas kasus tersebut, pertemuan antara tim Penasihat Khusus Presiden dengan jajaran Pemko Tebingtinggi juga membahas pengembangan layanan Onkologi, Cath Lab, serta jaminan kesejahteraan tenaga medis.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Inspektur Kota Muhammad Fachri, Kadis Kesehatan Fitri Sari Saragih, Kadis Kominfo Ghazali Rahman, serta jajaran manajemen RSUD Kumpulan Pane. (Red)
