Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Bobby Minta Pembelian Makan, Minum dan Sepatu Pemko Medan dari Produk UMKM

Selasa, 12 April 2022 | 11:35 WIB Last Updated 2022-04-12T13:38:49Z
Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam Rapat Koordinasi Pendataan Lengkap Koperasi dan UMKM (KUMKM) di Ruang Rapat III Balai Kota Medan, Senin (11/4/2022).
MEDAN (Kliik.id) - 
Wali Kota Medan Bobby Nasution berharap pembelian sepatu, makan dan minum di lingkungan Pemko Medan menggunakan hasil produk dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membantu membangkitkan kembali para penggiat UMKM yang terdampak dari pandemi Covid-19.

"Pengadaan makan dan minum di lingkungan Pemko Medan saat ini sudah menggunakan produk UMKM. Saya berharap tahun depan, pembelian sepatu dinas juga menggunakan produk UMKM," ujar Bobby dalam Rapat Koordinasi Pendataan Lengkap Koperasi dan UMKM (KUMKM) di Ruang Rapat III Balai Kota Medan, Senin (11/4/2022).

Terkait itu, Bobby mengusulkan agar pengadaan pakaian dinas yang setiap tahun dianggarkan bisa dialokasikan untuk pembelian sepatu dinas dari pelaku UMKM.

"Jangan setiap tahun beli pakaian dinas terus, kalau bisa dialokasikan untuk pembelian sepatu dinas, bisa itu sepatu resmi maupun kets," kata menantu Presiden Jokowo ini.

Bobby berharap agar industri sepatu yang dihasilkan pelaku UMKM bisa maju dan berkembang. Oleh karena itu, Bobby minta kepada Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan segera mendaftarkan kelompok-kelompok usaha sepatu yang ada dalam E-Katalog.

Selanjutnya, Bobby menyebutkan, masalah pendataan UMKM sangat penting dilakukan. Di samping itu, lanjut Bobby, pengklasifikasian kategori UMKM seperti apa yang dimaksud dengan ultra mikro, mikro, kecil dan menengah harus dilakukan dengan kuat dan menyeluruh.

"Dengan demikian kategori UMKM di masing-masing wilayah harus sama dan selaras sehingga Pemko Medan memiliki basis data yang kuat," jelasnya.

Guna mendukung terciptanya basis data yang kuat tersebut, Bobby minta kepada jajaran kecamatan dan kelurahan turut membantu Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan agar mendata warganya yang memiliki usaha di wilayahnya masing-masing.

"Hal ini guna mempermudah program pembinaan yang dilakukan, termasuk dalam penyaluran bantuan sehingga tepat sasaran," katanya.

Lebih lanjut, Bobby mengingatkan dan terus mendorong Dinas Koperasi dan UKM agar penggunaan teknologi harus masif dilakukan, terutama dalam kegiatan ekonomi.

"Jadi saya minta Dinas Koperasi dan UKM harus banyak melakukan program pengembangan UMKM, terutama digitalisasi," pungkasnya.

Sebelumnya, Kadis Koperasi dan UKM Kota Medan Benny Iskandar Nasution mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan KUMKM melalui Sistem Informasi Manajemen Koperasi (Simdakop) UMKM dengan memberikan username dan password kepada operator masing-masing kecamatan guna menginput data UMKM dan Koperasi yang ada di wilayahnya masing-masing.

"Kota Medan sendiri memiliki target sebanyak 143.000 KUMKM dengan jumlah enumerator 286 orang dan coordinator enumerator 19 orang. Pelaksanaan pendataan lengkap KUMKM akan dilaksanakan mulai April sampai September 2022 dan publikasi hasil pendataan akan dilaksanakan pada November atau Desember 2022," jelas Benny. (Rls)
×
Berita Terbaru Update