Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Mendagri Sebut 9 Daerah Aglomerasi Kemungkinan Sudah Capai Herd Immunity

Selasa, 07 Desember 2021 | 15:39 WIB Last Updated 2021-12-07T09:23:10Z
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Pemerintah memutuskan PPKM level 3 khusus Natal dan Tahun Baru (Nataru) di seluruh wilayah RI batal diberlakukan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut sebanyak 9 wilayah aglomerasi kemungkinan sudah mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) saat ini.

"Vaksinasi kita juga membaik ya kan. Kemudian, survei yang sementara ada dua. Kemendagri dan Kemenkes juga menunjukkan bahwa tingkat antibodi kita cukup tinggi, sehingga kita kemungkinan sudah mencapai herd immunity dari 9 daerah aglomerasi," ujar Tito kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (7/12/2021).

Tito melanjutkan, situasi pandemi bersifat dinamis. Dia melihat perkembangan situasi semakin membaik pada saat ini. Meskipun, kata dia, Pemerintah masih terus fokus meningkatkan vaksinasi hingga mencapai 70 persen.

"Tapi ini kan semua dinamis, kita melihat angka-angka indikator kemudian tingkat vaksinasi yang meningkat, yang baik. Meskipun perintah presiden untuk digenjot terus sampai 70 persen target akhir Desember," katanya.

Mantan Kapolri itu menambahkan, pihaknya merujuk pada hasil survei serologi yang menunjukkan antibodi masyarakat kini relatif tinggi. Lantas, ia menuturkan penerapan PPKM level 3 tak jadi diterapkan pada masa Nataru akhir tahun nanti.

"Hasil survei serologi antibodi masyarakat relatif menunjukkan cukup tinggi dari berbagai indikator ini, maka pemahaman penerapan level 3 tidak dilakukan di semua wilayah karena kalau menggunakan istilah level 3 nanti di semua wilayah," ujarnya.

Dia menjelaskan, pembatalan penerapan PPKM pada Nataru nanti lantaran situasi pandemi bersifat dinamis. Lantas, kata dia, dari hasil rapat pemerintah telah ditetapkan bahwa penggunaan istilah PPKM bukanlah level 3, melainkan pembatasan khusus Nataru.

"Karena selama ini juga tiap minggu kita buat perubahan-perubahan, kok. Level saja berubah, jadi sangat dinamis. Itulah perkembangan yang terakhir dari hasil rapat kemarin di Istana, maka tidak menggunakan istilah level 3 tapi pembatasan khusus Nataru dan diaturnya spesifik," ujar Tito.

Diberitakan sebelumnya, kebijakan PPKM level 3 di semua daerah saat Natal dan Tahun Baru 2022 akhirnya batal diterapkan. Pemerintah memutuskan menerapkan kebijakan yang lebih proporsional, yakni tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tapi dengan beberapa pengetatan.

Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi yang diberi judul 'Penanganan Pandemi Makin Terkendali, Pemerintah Seimbangkan Aturan Menjelang Nataru', Senin (6/12/2021).

Perubahan secara detail akan dituangkan dalam revisi Inmendagri dan surat edaran terkait Nataru lainnya.

Keputusan ini didasarkan pada capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen. Vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa Bali.

Meskipun penanganan COVID-19 relatif terkendali, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menekankan bahwa semua pihak perlu meningkatkan kewaspadaan. Apalagi saat ini muncul varian baru Omicron yang sudah dikonfirmasi di beberapa negara. (Detik)
×
Berita Terbaru Update