Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Antisipasi Perubahan Status Pandemi COVID-19 Jadi Endemi, Pemerintah Dorong Penguatan Disiplin Prokes dan Vaksinasi

Minggu, 05 September 2021 | 19:06 WIB Last Updated 2021-09-05T14:10:13Z
Foto ilustrasi
JAKARTA (Kliik.id) - Pemerintah mendorong masyarakat untuk menguatkan disiplin protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari serta mengikuti program vaksinasi COVID-19 yang sedang berjalan saat ini.

Penguatan disiplin prokes dan vaksinasi ini sejalan dengan persiapan yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi skenario perkembangan pandemi COVID-19 dalam jangka panjang dan potensi perubahan status wabah ini menjadi endemi.

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah menyebutkan bahwa peluang COVID-19 untuk diklasifikasikan sebagai endemi di masa mendatang terbuka lebar, seperti halnya penyakit malaria atau demam berdarah.

COVID-19 dapat diklasifikasikan sebagai endemi jika terus hadir secara konstan dalam populasi di wilayah geografis tertentu, dengan tingkat dan pola penularan yang sudah lebih terprediksi.

WHO sejak Maret 2020 telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi akibat tingkat penyebarannya yang eksponensial secara global dan tidak mengkategorikannya sebagai epidemi karena tidak terbatas pada satu wilayah geografis semata.

Selain WHO, sejumlah negara juga telah menyepakati potensi pandemi COVID-19 berubah menjadi endemi dan melakukan berbagai persiapan.

Seperti halnya negara Malaysia yang telah mengajak seluruh warganya untuk bersiap dengan kemungkinan hidup bersama COVID-19 sebagai endemi.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, dalam keterangannya, Sabtu (4/9/2021) mengatakan bahwa instrumen yang cukup membedakan pandemi dan endemi adalah prediktabilitas.

"Setelah menjadi endemi, penyebaran wabah lebih dapat diperkirakan, sehingga kita dapat menyusun langkah-langkah antisipasi. Jadi, meskipun kita akan hidup bersama COVID-19 dalam waktu lama, namun situasi akan lebih terkendali," ujarnya.

Sedangkan Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, menyatakan bahwa di mana pun di dunia, pandemi akan dapat berubah menjadi endemi. Mengenai waktunya, Hasbullah mengatakan bahwa hal itu akan ditetapkan oleh WHO.

"Siapa pun bisa terkena penyakit endemi tersebut. Agar tidak tertular, sederhana. Pakai masker. Selain itu cuci tangan yang bersih, jaga jarak, dan selalu waspada menganggap orang di dekat kita berisiko membawa virus. Jadi disiplin diri adalah kuncinya," tuturnya.

Johnny G Plate menambahkan, sebagai langkah antisipasi perubahan status COVID-19 menjadi endemi di Indonesia, seluruh masyarakat Indonesia harus berpartisipasi aktif dalam menjaga kedisiplinan menggunakan masker dan menyegerakan vaksinasi.

Protokol kesehatan lain seperti menjaga jarak dan rajin mencuci tangan juga tak kalah penting untuk selalu diterapkan.

"Menggunakan masker dan melakukan vaksinasi bukanlah dua hal terpisah. Keduanya harus berjalan beriringan sebagai upaya kita untuk mengalahkan COVID-19. Tidak hanya berfungsi memberi perlindungan dan pencegahan, menggunakan masker dan vaksinasi juga sangat penting untuk menghindari dampak fatal apabila terpapar COVID-19. Dengan kerja sama semua pihak untuk disiplin bermasker dan menyegerakan vaksinasi, pemerintah sangat optimis COVID-19 di Indonesia dapat berubah menjadi endemi," jelas Johnny G Plate. (Detik)
×
Berita Terbaru Update