Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Wali Kota Tebingtinggi: Penanganan Covid-19 dan Ekonomi Harus Sejalan

Minggu, 08 Agustus 2021 | 15:13 WIB Last Updated 2021-08-08T10:24:22Z
Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan saat rapat virtual 
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, menekankan beberapa hal untuk mengendalikan Covid-19 di Kota Tebingtinggi.

Hak itu disampaikan Umar usai Rapat Vidcon dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin secara virtual diikuti seluruh unsur Forkopimda Kabupaten/Kota se-Sumut, Sabtu (7/8/2021) malam.

Menindaklanjuti arahan Gubernur dan Kapolda, Umar menekankan beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya penguatan posko satgas, kedisiplinan menggunakan masker, tingginya mobilitas masyarakat, peningkatan razia yustisi secara stasioner dan mobile serta memperbanyak tempat isolasi terpusat.

"Yang menjadi perhatian adalah tingginya mobilitas masyarakat. Ini harus dipikirkan secara baik mengingat aktivitas ekonomi yang tetap harus berjalan namun pencegahan penyebaran Covid-19 tetap dilaksanakan secara baik," imbuhnya.

Umar mengingatkan yang pertama kiranya penanganan Covid-19 harus memperhatikan kelangsungan perekonomian.

"Sesuai arahan Gubsu, kiranya penanganan harus tetap memperhatikan sektor perekonomian dan ini menjadi tantangan kita bersama," ucapnya.

Terkait hal itu, Umar memerintahkan kepada Satgas Covid-19 untuk memperbanyak posko di tempat keramaian guna meningkatkan kedisiplinan kepada masyarakat untuk menerapkan prokes 5M.

"Perkantoran dan pusat-pusat keramaian harus selalu dihimbau agar tetap disipilin prokes 5M," pintanya.

Sebelumnya secara virtual, Gubernur Edy menyampaikan untuk Sumut, pemakaian BOR (Bed Occupancy Rate)/ tingkat keterisian tempat tidur adalah 64 persen dan sangat mengkhawatirkan dengan 1.500 yang terpapar dan tingkat laju angka kasus Covid-19 saat ini sangat tinggi dibandingkan provinsi lain. Namun, Edy juga mengatakan penanganan tetap memperhatikan perekonomian.

"Bagaimana kita mengurangi mobilitas masyarakat dan mengendalikan kondisi Covid-19 tapi tidak mengganggu kondisi riil ekonomi. Silahkan atur di wilayah masing-masing, sehingga tidak menjadi satu persoalan baru, selain ekonomi berjalan namun masyarakat juga harus sehat," katanya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update