Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Anggota DPRD Labura Tertangkap Dugem, Aswan Jaya: Jauh dari Nilai Pancasila

Minggu, 08 Agustus 2021 | 15:50 WIB Last Updated 2021-08-08T13:28:20Z
Aswan Jaya
MEDAN (Kliik.id) - Tertangkapnya 5 anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) pada Sabtu (8/8/2021) oleh polisi saat penertiban PPKM di Asahan yang telah diberitakan media, sungguh sangat menyayat hati kita bersama.

Kelima anggota DPRD tersebut telah dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba melalui test urine, setelah melakukan pesta narkoba bersama beberapa wanita, merupakan bentuk dari rendahnya moral dan abad mereka selaku wakil rakyat.

"Peristiwa inilah yang sering kami sebut sebagai salah satu contoh bila nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa telah tercerabut dari hati para pejabat publik. Terutama pada nilai pertama dari Pancasila yaitu nilai Ketuhanan," ujar Wakil Ketua DPD PDIP Sumut, Aswan Jaya, dalam keterangan tertulis, Minggu (8/8/2021).

Karena, kata Aswan, nilai Ketuhanan dalam sila pertama Pancasila mengandung makna bahwa setiap bangsa Indonesia yang mengimani Tuhannya dengan sungguh-sungguh pastilah ia menjadi orang yang taqwa, takut melakukan dosa, seperti dosa korupsi, dosa narkoba, dosa zina dan dosa-dosa lainnya.

Meninggalkan nilai Ketuhanan tentunya berdampak pada hilangnya nilai manusia yang beradab sebagaimana nilai yang terkandung dalam sila kedua dalam Pancasila.

"Itulah yang terjadi pada 5 anggota DPRD Labuhanbatu Utara, tidak peduli asal partainya dari mana, bahkan dari partai yang menganut azas agama, bila nilai Ketuhanan tercerabut maka siapa saja akan dekat untuk melakukan dosa. Bagi wakil rakyat, peristiwa ini merupakan bentuk pengkhianatan abad kepada rakyat yang memilihnya," ucap Ketua BKM Masjid Al Hidayah Jalan Budi Luhur Medan ini.

Atas peristiwa ini, lanjut Aswan, seluruh kader PDIP sering diingatkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar senantiasa menjadikan Pancasila sebagai ideologi untuk menjadi pegangan dalam setiap gerak politik di Indonesia, agar bisa terjaga dari berbagai prilaku buruk dan meninggalkan adab dalam berpolitik.

"Karena bagi kami, sebagai kader PDI Perjuangan, sebagaimana yang dikatakan oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bahwa berpolitik itu untuk membangun peradaban, peradaban itu hanya bisa dibangun dengan pondasi pemahaman dan inplementasi lima nilai dalam Pancasila," imbuh Aswan.

"Dengan demikian, pastilah Indonesia akan hebat di masa depan bila seluruh pejabat publik mengimplementasikan Pancasila sebagai ideologi politiknya. Tidak seperti 5 anggota DPRD tersebut di atas," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, 5 anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) bersama 12 orang lainnya diamankan saat razia PPKM di karaoke sebuah hotel di Kisaran, Sumatera Utara, Sabtu (7/8/2021) dini hari. Mereka diamankan petugas Satuan Narkoba Polres Asahan saat lagi dugem.

Kelima anggota DPRD Labura tersebut yakni Jainal Samosir (Ketua Fraksi Hanura DPRD Labura), M Ali Borkat (Ketua DPC PPP Labura), Khoirul Anwar Panjaitan (DPRD Fraksi Golkar), Giat Kurniawan (Anggota DPRD asal PAN) dan Febrianto Gultom (Anggota DPRD asal Partai Hanura).

Kasat Narkoba Polres Asahan AKP Nasri Ginting mengatakan, pihaknya mengamankan 17 orang dalam razia ini.

"Iya, dari 17 orang, 14 diantaranya positif narkoba," ujar Nasri kepada wartawan di Mapolres Asahan, Sabtu (7/8/2021) malam.

Ditanya apakah 5 oknum anggota DPRD Labura termasuk positif narkoba, Nasri membenarkannya.

"Iya (positif)," katanya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update