Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Survei SMRC: PDI Perjuangan Unggul di Puncak dengan 25,9 Persen

Minggu, 13 Juni 2021 | 17:05 WIB Last Updated 2021-06-13T18:12:01Z
Ilustrasi PDI Perjuangan
JAKARTA (Kliik.id) - Apabila pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) digelar hari ini, maka posisi PDI Perjuangan (PDIP) masih tak tergoyahkan di puncak.

Hal itu berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengenai partai politik dan calon presiden.

"Kita menemukan bahwa PDIP masih berada di urutan pertama dengan perolehan suara 25,9 persen," kata Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad, melalui konferensi pers daring, Minggu (13/6/2021).

Di urutan kedua, ada Partai Gerindra dengan perolehan suara sebesar 10,9 persen. Selanjutnya, Partai Golkar menyusul dengan perolehan suara ketat yakni 10,7 persen. Urutan keempat ditempati oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan perolehan angka 9,7 persen.

Lalu, Demokrat yang mendapat dukungan 6,6 persen. Selanjutnya, dengan perolehan suara 4,6 persen, menempatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di urutan keenam. Sementara itu, urutan ketujuh ditempati Nasdem dengan angka 3,7 persen.

Di urutan kedelapan ada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mendapat dukungan 2,6 persen. Menyusul Partai Amanat Nasional (PAN) dengan perolahan suara 1,8 persen. Di urutan 10-16 terdapat 7 partai politik yang mendapat dukungan tidak lebih dari 1 persen.

Ketujuh partai itu merupakan peserta Pileg 2019 yang gagal meloloskan calon legislatifnya ke Parlemen. Ketujuhnya secara berturut-turut yakni Perindo (1 persen), Berkarya (0,6 persen), Garuda (0,6 persen), PBB (0,4 persen), Hanura (0,3 persen), PSI (0,3 persen), dan PKPI (0,2 persen).

Lalu, di posisi buntut ditempati partai politik baru yang belum pernah ikut pada pemilu sebelumnya yaitu Partai Gelora dan Partai Ummat dengan 0 persen perolehan suara.

"Kalau kita bandingkan dengan hasil pemilu pada 2019 nampaknya yang mengalami peningkatan cukup signifikan itu hanya PDI Perjuangan, kemudian ada Golkar dan Gerindra yang berada pada posisi kedua dan bersaing cukup ketat," ujar Saidiman.

Kendati demikian, lanjut Saidiman, dalam survei tersebut, responden yang menjawab tidak tahu atau belum menentukan pilihan jumlahnya cukup besar yakni mencapai 20,2 persen.

"Masih ada waktu 2,5 tahun untuk mengubah peta kekuatan partai politik ini," kata Saidiman.

Adapun survei ini melibatkan 1.220 responden yang dipilih secara acak atau melalui metode multistage random sampling. Responden terpilih mengikuti wawancara yang digelar selama 21-28 Mei 2021. Margin of error pada survei ini kurang lebih sebesar 3,05 persen. (Rls)
×
Berita Terbaru Update