Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Kiriman Landa Tebingtinggi Selama 3 Hari, 6.663 Rumah Warga Terendam

Senin, 30 November 2020 | 14:12 WIB Last Updated 2020-11-30T11:46:04Z
Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan saat meninjau Sungai Padang yang mengakibatkan banjir.
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - Banjir kiriman karena meluapnya Sungai Padang yang membelah Kota Tebingtinggi, Sumut, terhitung tanggal 27 sampai dengan 29 November 2020 mengakibatkan 6.663 rumah yang ada di 5 kecamatan terendam banjir dengan kedalaman bervariasi.

Akibat dampak banjir kiriman ini, nilai masih dalam kajian karena banyaknya fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, perkantoran milik Pemerintah, pasar tradisional yang terendam air, ditambah pemukiman rumah warga banyak yang terendam dan rusak.

Pemko Tebingtinggi melalui Jubir Dedi Parulian Siagian menyatakan bahwa banjir kiriman merendam sebagian wilayah Kota Tebingtinggi.

"Perkiraan 68,5 persen digenangi oleh air, kecamatan yang terparah yakni Kecamatan Rambutan, Kecamatan Bajenis dan Tebing Tinggi Kota," ujar Dedi dalam keterangan tertulis, Senin (30/11/2020).

Disampaikan Dedi, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir mencakup sebanyak 8.368 KK, meliputi Kecamatan Rambutan sebanyak 3.330 KK, Kecamatan Bajenis 3.078 KK, Kecamatan Tebingtinggi Kota 1.551 KK, Kecamatan Padang Hulu 262 KK dan Kecamatan Padang Hilir sebanyak 147 KK.

"Sementara total jumlah jiwa yang terdampak banjir luapan Sungai Padang untuk Kota Tebingtinggi mencapai 32.173 jiwa yang tersebar di lima Kecamatan yang ada di Kota Tebingtinggi," katanya.

Terkait bantuan kepada korban banjir, jumlah posko yang dibangun sebanyak 70 posko di berbagai lokasi, disana ada diberikan pengobatan gratis dan bahan pangan bagi korban banjir.

"Ada juga perahu karet yang disiapkan untuk lokasi banjir terparah," ungkap Dedi. (Rls)
×
Berita Terbaru Update