DWP Kota Tebingtinggi Tingkatkan Kapasitas Anggota Lewat Pelatihan Membatik

Notification

×

DWP Kota Tebingtinggi Tingkatkan Kapasitas Anggota Lewat Pelatihan Membatik

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:17 WIB Last Updated 2026-06-03T11:22:37Z
Pelatihan membatik bertajuk "Goresan Canting DWP: Melestarikan Warisan Budaya Lewat Edukasi Batik Dasar", di Pondok Bagelen, Jalan Deblod Sundoro, Kota Tebingtinggi, Rabu (3/6/2026).
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - 
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tebingtinggi berkomitmen kuat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya nusantara.

Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran pelatihan membatik bertajuk "Goresan Canting DWP: Melestarikan Warisan Budaya Lewat Edukasi Batik Dasar", yang dirangkai dalam Pertemuan Bulanan di Pondok Bagelen, Jalan Deblod Sundoro, Kota Tebingtinggi, Rabu (3/6/2026).

Acara yang berlangsung produktif dan penuh antusiasme ini dihadiri langsung oleh Ketua DWP Kota Tebingtinggi Ny Afrida Erwin Suheri Damanik, jajaran Ketua Unit Pelaksana DWP se-Kota Tebingtinggi, serta seluruh anggota DWP.

Hadir sebagai narasumber, Hijrah Saputra dari Gallery Tebing Batik Collection.

Dalam arahannya, Ketua DWP Kota Tebingtinggi Ny Afrida Erwin Suheri Damanik, menegaskan pertemuan rutin DWP tidak boleh sekadar menjadi agenda formalitas organisasi.

Lebih dari itu, momentum ini harus bertransformasi menjadi wadah peningkatan kapasitas (capacity building) bagi seluruh anggota.

"Pertemuan bulanan bukan sekadar formalitas organisasi, tetapi wadah konsolidasi, sarana peningkatan kapasitas, dan jembatan silaturahmi antar anggota," ujar Afrida di hadapan para peserta.

Ketua DWP juga menekankan pentingnya kedisiplinan, komitmen kehadiran, dan partisipasi aktif dalam setiap kegiatan.

Menurutnya, kedisiplinan dan kebersamaan di dalam DWP merupakan cerminan profesionalisme sekaligus bentuk dukungan nyata bagi kesuksesan suami sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengabdi kepada negara.

"Mari kita jadikan pertemuan bulanan ini sebagai wadah untuk saling mendukung, berbagi informasi, dan mempererat tali persaudaraan," katanya.

Terkait pelatihan membatik, Afrida berharap kegiatan ini mampu melahirkan keterampilan baru yang bernilai tinggi, sekaligus memupuk rasa bangga terhadap produk lokal.

"Melalui pelatihan ini, kita belajar seni batik sebagai warisan budaya sekaligus simbol kebanggaan bagi Kota Tebingtinggi," ucap Afrida.

Sementara itu dalam pelatihan batik, Hijrah Saputra memberikan pemahaman yang mendalam.

Dia tidak hanya mengajarkan aspek teknis seperti pengenalan alat dan teknik dasar mencanting, tetapi juga membedah makna filosofis yang terkandung di balik setiap goresan motif kain batik.

Hijrah menjelaskan bahwa batik bukan sekadar karya seni, melainkan simbol identitas dan kebanggaan daerah yang harus terus dirawat oleh generasi ke generasi.

"Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya belajar teknik membatik, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya," kata Hijrah.

Suasana pelatihan terpantau sangat dinamis. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari proses pembuatan pola hingga mempraktikkan langsung goresan canting di atas kain.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen DWP Kota Tebingtinggi dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat solidaritas antar anggota melalui kegiatan yang edukatif dan inspiratif. (Red)
×
Berita Terbaru Update