Notification

×

Iklan

Karyawan Mogok Kerja, Pemko Tebingtinggi Akan Panggil Direktur PDAM Tirta Bulian

Senin, 18 Juli 2022 | 11:02 WIB Last Updated 2022-07-18T18:24:39Z
Karyawan PDAM mogok kerja.
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - 
Puluhan karyawan/karyawati PDAM Tirta Bulian melakukan aksi mogok kerja di kantornya, Jalan Pusara Pejuang, Kota Tebingtinggi, Sumut, Senin (18/7/2022).

Dalam aksinya, sedikitnya 50 orang karyawan perusahaan plat merah ini melakukan mogok kerja memenuhi lapangan kantor PDAM.

Mereka juga memasang spanduk di pagar kantor berisi tulisan 'Mosi Tak Percaya' dilengkapi dengan tanda tangan karyawan yang ditujukan kepada Direktur PDAM Tirta Bulian, Khoiruddin Hasibuan.

Dalam mosi tak percaya dicantumkan alasan karyawan lantaran selama ini terzolimi dengan ketidakadilan, kesewenangan dan diktator.

Kemudian, ketidaknyamanan bekerja dan bersilaturahmi sesama karyawan, asuransi karyawan tidak jelas, gaji dan tunjangan direktur dengan karyawan antara langit dan bumi serta tindakan dan hukum pilih kasih.

Koordinasi aksi, Muhammad Adha Lubis mengatakan, pihaknya menuntut atas sejumlah asuransi karyawan dan 10 persen gaji mereka yang hingga saat ini tidak direalisasikan Direktur PDAM.

"Kami akan melakukan aksi selama tiga hari. Kami minta Pj Walikota mencopot Direktur PDAM dicopot, biar kami nyaman dalam bekerja," ujar Adha.

Dalam hal ini, pihak karyawan sudah menyurati Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi dan DPRD Tebingtinggi.

Pantauan di lokasi, belum tampak Direktur PDAM Khoiruddin keluar dari ruangan. Dengan adanya aksi ini, pelayanan PDAM Tirta Bulian masih normal seperti biasa.

Terpisah, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi, Bambang Sudaryono mengaku akan menindaklanjuti masalah ini.

"Kita akan tindaklanjuti untuk melihat apa yang menjadi permasalahan sebenarnya di PDAM," kata Bambang saat dikonfirmasi.

Bambang juga mengaku pihaknya akan memanggil Dirut PDAM dan jajaran untuk mengetahui pokok permasalahannya.

"Walaupun ada aksi mogok kerja, namun hendaknya pelayanan terhadap masyarakat harus jalan," ujarnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update