Prosesi penyambutan yang berpusat di Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi ini menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus dan kader kota untuk memperlihatkan capaian program pemberdayaan masyarakat di wilayahnya.
Ketua TP PKK Kota Tebingtinggi Ny Hj Susmira Wanti Iman Irdian Saragih, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Rambutan Muhammad Hersan, para lurah, serta perwakilan dari PT Inalum, PTPN, PT Mahakam, dan Bank Sumut menyambut langsung kehadiran Kahiyang Ayu Bobby Nasution, beserta rombongan tim penilai provinsi.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kota Tebingtinggi Susmira Wanti menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran tim monitoring provinsi.
Menurutnya, kunjungan ini merupakan kehormatan besar sekaligus motivasi bagi seluruh kader yang berada di garda terdepan.
"Kehadiran Ibu Ketua TP PKK Provinsi Sumut dan tim hari ini bukan hanya sebuah kehormatan bagi kami, tetapi juga menambah semangat seluruh kader yang telah menghijaukan pekarangan rumah demi menjaga ketahanan pangan keluarga," ungkap Susmira.
Usai prosesi penyambutan, aktivitas dilanjutkan dengan pemaparan dan peninjauan lapangan terhadap lima kategori lomba unggulan yang dipersiapkan oleh TP PKK Kota Tebingtinggi.
Adapun lokus penilaian tersebut meliputi Tertib Administrasi PKK di Kelurahan Bandar Sono, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di Kantor Lurah Pasar Gambir, Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) di Kelurahan Durian, Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA Test) di Kecamatan Padang Hilir, serta program 'Aku Hatinya PKK' di Kelurahan Rantau Laban.
Terkait program Aku Hatinya PKK (Amalkan, Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman) yang ditinjau langsung di lokasi utama, Susmira menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan sekadar mempercantik pekarangan dengan tanaman hias.
Lebih dari itu, program ini merupakan gerakan kesadaran keluarga untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri, gizi keluarga, sekaligus apotek hidup melalui tanaman obat keluarga (Toga), sayuran, buah-buahan, hingga peternakan dan perikanan rumah tangga.
"Halaman rumah warga di sini tidak dibiarkan kosong, melainkan dikelola secara teratur, indah, dan nyaman sehingga mampu menopang kebutuhan dapur sehari-hari," katanya.
Langkah nyata yang dipamerkan dalam monitoring ini dinilai mampu dalam mendukung ketahanan pangan mikro di Kota Tebingtinggi, sekaligus menjadi instrumen efektif dalam mengintervensi pencegahan stunting melalui penyediaan asupan gizi yang mandiri dan sehat langsung dari pekarangan sendiri.
Kendati demikian, Susmira tetap mengharapkan bimbingan dan pembinaan yang berkelanjutan dari tingkat provinsi agar program kerja yang berjalan dapat terus disempurnakan.
"Sinergi yang hari ini didampingi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Lingkungan Hidup akan semakin tajam dengan adanya masukan, saran dan evaluasi dari Tim Monitoring Provinsi Sumatera Utara," pungkasnya. (Red)
