Pemko Tebingtinggi Komitmen Percepatan Turunkan Stunting

Notification

×

Pemko Tebingtinggi Komitmen Percepatan Turunkan Stunting

Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:08 WIB Last Updated 2026-08-05T18:15:17Z

Sekda Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik memberikan sambutan pada kegiatan Orientasi Pemantauan Tumbuh Kembang Balita Berisiko Stunting dan pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (ISPS) di Aula Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi, Rabu (5/8/2026).



TEBINGTINGGI (Kliik.id) - Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Orientasi Pemantauan Tumbuh Kembang Balita Berisiko Stunting dan pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (ISPS) di Aula Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi, Rabu (5/8/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik dalam sambutannya menyampaikan periode 1000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas pertumbuhan anak.

Pada masa ini seluruh pihak harus turut serta karena jika terjadi kekurangan gizi kronis pada bayi, maka risiko stunting dalam tumbuh kembang dan produktivitas anak di masa depan akan meningkat.

"Semua pihak harus memahami bahwa pencegahan stunting adalah investasi jangka panjang untuk generasi masa depan," ujar Erwin.

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh camat dan lurah se-Kota Tebingtinggi ini menjadi bukti bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan tetapi juga merupakan sinergi bersama lintas sektor.

Angka stunting di Kota Tebingtinggi berdasarkan aplikasi e-PPGBM menunjukkan penurunan dari 1,53% pada tahun 2025 menjadi 1,44% di tahun 2026.

Laporan SIGIZIKESGA Juni 2026 mencatat dari 9.222 balita yang diukur, terdapat 123 balita stunting.

Salah satu Kader Posyandu di Kota Tebingtinggi mengatakan pemeriksaan secara rutin terus dilakukan dengan pengukuran yang optimal.

"Kami berusaha memastikan semua balita datang ke Posyandu. Kalau ada yang berat badannya tidak naik, langsung kami rujuk ke puskesmas," ujar Kader Posyandu.

Program ISPS (Intervensi Serentak Pencegahan Stunting) adalah gerakan nasional yang diluncurkan pemerintah untuk mempercepat penurunan angka stunting dengan target prevalensi turun menjadi 17,5% pada tahun 2026.

Program ini menekankan intervensi gizi, pemantauan tumbuh kembang balita, serta edukasi ibu hamil dan keluarga secara serentak di seluruh daerah.

Target pengukuran yang dilakukan pada Program ISPS yaitu

- 100% ibu hamil diukur lingkar lengan atas (LiLA).
- 100% balita ditimbang dan diukur panjang/tinggi badan dengan antropometri terstandar.
- 100% kasus gizi bermasalah dirujuk ke puskesmas untuk intervensi segera.
- 100% edukasi pencegahan stunting diberikan kepada ibu hamil dan balita.

Selain itu, strategi 10 Pasti dalam ISPS memastikan pendataan menyeluruh, ketersediaan alat antropometri terstandar, pemberian kapsul vitamin A dan obat cacing, pencatatan ke SIGIZIKESGA, hingga monitoring dan evaluasi rutin.

Pelaksanaan ISPS mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan, Kemendagri, BKKBN, Kementerian Desa, hingga Bappenas dalam bentuk bantuan sosial tunai/non tunai bagi keluarga miskin dengan balita bermasalah gizi, akses sanitasi dan air bersih dari Kementerian PUPR, Program sembako dan PKH dari Kementerian Sosial serta Jaminan kesehatan melalui PBI JKN.

Dengan adanya penurunan angka stunting dan pelaksanaan ISPS secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Tebingtinggi meyakini langkah ini akan menjadi instrumen strategis dalam mempercepat pencapaian target penurunan stunting.

"Harapan besar kami adalah terwujudnya generasi Kota Tebingtinggi yang bebas dari stunting, sehat, cerdas, dan produktif, sehingga mampu menjadi fondasi kuat bagi pembangunan daerah dan masa depan bangsa," kata Erwin pada akhir kegiatan. (Red)
×
Berita Terbaru Update