Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Mahfud Jelaskan 3 Pesan dalam Arahan Jokowi ke Menteri soal Pemilu

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB Last Updated 2022-05-10T02:31:46Z
Mahfud Md. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan ke para menterinya soal Pemilu dan meminta jajarannya bekerja dengan baik. Menko Polhukam Mahfud Md menjelaskan tiga pesan dalam arahan Jokowi itu.

"Arahan Presiden tersebut, menurut saya, mengandung tiga hal. Pertama, memastikan bahwa Pemilu 2024 harus berjalan sesuai dengan tahapan-tahapannya mulai Juni 2022 ini," kata Mahfud kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

Mahfud mengatakan pesan kedua yang ingin disampaikan Jokowi ialah keinginan agar jajarannya bekerja secara maksimal sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Dia mengatakan Jokowi tidak ingin tugas menteri terganggu dengan agenda Pemilu 2024.

"Kedua, para menteri harus bekerja maksimal untuk melaksanakan tugasnya sebagai menteri sesuai dengan bidangnya masing-masing, tidak boleh mengganggu dan terganggu agenda pemilu," tuturnya.

Pesan ketiga, kata Mahfud, Jokowi mengizinkan menteri menyampaikan pernyataan terkait Pemilu. Tapi, katanya, pernyataan itu hanya boleh berhubungan dengan bidangnya.

"Ketiga, boleh saja menteri terkait ber-statement tentang Pemilu asal relevan dengan bidangnya, misalnya, Mendagri ber-statement bahwa pemilu harus berjalan luber dan jurdil atau ber-statement bahwa pemerintah akan mendukung kemandirian dan netralitas KPU. Begitu itu malah bagus," imbuhnya.

Jokowi Minta Menterinya Fokus Kerja

Presiden Jokowi sebelumnya menyebut bahwa tahapan Pemilu 2024 segera dilakukan. Dia meminta jajarannya bekerja dengan baik sehingga tahapan pemilu bisa berjalan lancar.

"Tahapan Pemilu 2024, yang sudah akan mulai pertengahan tahun ini, saya juga meminta menteri kepala lembaga agar fokus betul-betul bekerja di tugasnya masing-masing," kata Jokowi dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna, seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/5/2022).

Jokowi ingin agar agenda-agenda prioritas dan strategis negara dilakukan dengan baik sehingga dia mengingatkan agar menteri dan kepala lembaga negara bekerja fokus.

"Agar agenda strategis nasional yang jadi prioritas kita bersama bisa dipastikan terselenggara dengan baik, Pemilu terselenggara dengan baik, lancar, dan tanpa gangguan," katanya.

Pada pengantar rapat sidang tersebut, Jokowi juga meminta kabinetnya untuk tetap konsentrasi terhadap masalah pandemi dan ekonomi global. Jokowi menilai kedua hal itu belum selesai dan menimbulkan ketidakpastian.

"Saya ingin kita semuanya tetap konsentrasi pada masalah yang berkaitan dengan pandemi dan juga yang berkaitan dengan gejolak ekonomi global yang sampai saat ini belum berhenti, belum selesai dan itu menimbulkan ketidakpastian pada ekonomi semua negara," kata Jokowi seperti dilihat di akun YoTube Sekretariat Negara.

Jokowi menyebut kenaikan harian kasus COVID kini terbilang rendah. Meski begitu, dia meminta masyarakat tetap waspada karena kasus aktif masih tercatat lebih dari 6.000.

"Yang pertama untuk urusan COVID kasus konfirmasi kemarin 227 kasus, memang ini sudah sangat rendah sekali tapi tetap kita harus waspada karena kasus aktif masih 6.192 di negara tetap kita waspadai," ujarnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update