Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Target Hattrick, PDIP Gunakan Strategi Gotong Royong

Rabu, 30 Maret 2022 | 13:21 WIB Last Updated 2022-03-30T17:23:39Z
Pendidikan Kader Madya DPD PDIP Sumut.
MEDAN (Kliik.id) - 
Berlangsung selama lima hari sejak tanggal 25-29 Maret 2022, Pendidikan Kader Madya (PKM) PDI Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara (Sumut) akhirnya resmi ditutup oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat, Selasa (29/3/2022), melalui virtual di Aula LPMP, Jalan Bunga Raya, Asam Kumbang, Kota Medan.

Dalam sambutan penutup sekaligus penyampaian sesi materi terakhir tentang revolusi mental dan Trisakti, Djarot menyampaikan bahwa keberhasilan program revolusi mental di dalam tubuh PDIP menjadi kunci untuk meraih kemenangan pada Pemilu tahun 2024 nanti.

"Sistem Pemilu yang masih menganut elektoral terbuka menyebabkan muncul watak pragmatisme pemilih, bahkan kader partai itu sendiri. Untuk mencapai target hattrick dan melawan mental pragmatisme tersebut, maka kader-kader PDI Perjuangan harus segera merevolusi mentalnya sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bung Karno, karena keberhasilan program revolusi mental adalah kunci menuju kemenangan itu," ujar Djarot dalam Pendidikan Kader Madya yang diikuti 105 peserta.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa pembicara dari DPP PDIP yaitu Bambang Wuryanto, Ahmad Basarah, Sukur Nababan, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.

Sementara, narasumber dari DPD PDIP Sumut diantaranya, Aswan Jaya, Samulya Surya Indra, Alamsyah Hamdani. Jumiran Abdi dan Sarma Hutajulu bertindak sebagai kepala sekolah dan wakil kepala sekolah.

Saat menyampaikan materi Pemenangan Pemilu, Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto menyatakan bahwa pengalaman Pemilu tahun 2009, 2014 dan 2019 telah menyebabkan banyak caleg yang kalah jadi abu dan menang jadi arang. Hal ini karena sistem pemilu yang sangat liberal dan pragmatis.

"Untuk menghadapi Pemilu tahun 2024 dengan target hattrick di tengah sistim yang masih sama dengan Pemilu tahun-tahun sebelumnya, maka PDI Perjuangan akan menggunakan strategi gotong-royong, tidak diperkenankan lagi main sendiri-sendiri, karena gotong royong bagian dari kerja-kerja ideologis partai," ujar Ketua Komisi III DPR RI yang akrab disapa Bambang Pacul ini.

Senada, Ahmad Basarah dalam sesinya pidato Soekarno Pancasila 1 Juni 1945 dan Islam, menyampaikan bahwa Pancasila sebagaimana yang tercantum dalam Alenia IV Pembukaan UUD 45 adalah hasil ijtihad para ulama Islam untuk satu kesadaran yang utuh yaitu Kemerdekaan Indonesia harus diberikan dan disatukan untuk semua anak bangsa Indonesia tanpa ada pembedaan sama sekali.

"Sesungguhnya antara gerakan Islam, Pancasila dan PDI Perjuangan adalah satu tarikan nafas gerakan sejarah yang tak terpisahkan, satu tarikan nafas ini adalah keinginan yang kuat untuk mempersatukan Indonesia satu bingkai negara kesatuan yang berazaskan Pancasila," ucap Ahmad Basarah.

Selanjutnya, Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon dalam sambutan penutupnya menyampaikan bahwa keberhasilan Pendidikan Kader Madya tidak semata-mata diukur dari keberhasilan pelaksanaan selama 5 hari ini.

"Keberhasilan PKM ini ditentukan dari kerja-kerja turun ke rakyat dan menjadi api penerang dari berbagai persoalan rakyat," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update