Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Pelatih Biliar Sumut yang Dijewer Somasi Edy Rahmayadi Tuntut Permintaan Maaf

Kamis, 30 Desember 2021 | 18:16 WIB Last Updated 2021-12-30T16:20:34Z
Pelatih biliar Sumut Choky Aritonang didampingi kuasa hukum memberikan keterangan pers.
MEDAN (Kliik.id) - 
Kejadian seorang pelatih biliar PON Sumut, Choky Aritonang, yang dijewer dan dimaki Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi, terus diperpanjang. Choky melalui kuasa hukum telah melayangkan somasi kepada Edy.

Dalam somasinya, Choky menunggu permohonan maaf dari Edy Rahmayadi selama 1x24 jam setelah surat somasi itu diterima di kantor Gubernur Sumut.

"Kami telah memberikan teguran hukum dalam bentuk somasi. Secara administrasi tertulisnya sudah kami kirimkan kepada Bapak Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatera Utara," ujar kuasa hukum Choky, Teguh Syuhada Lubis dalam konferensi pers di Medan, Kamis (30/12/2021).

Teguh mengatakan somasi itu sudah diterima di kantor Gubernur Sumut. Ia turut menunjukkan bukti stempel penerimaan surat somasi tersebut.

"Jika somasi ini tidak dijawab, kami akan ada langkah hukum lainnya. Kami berharap Pak Edy melalukan permohonan maaf, mengakui kesalahan," katanya.

Apa yang terjadi ini, lanjut Teguh, tidak hanya bicara soal kerugian Choky secara pribadi, tetapi juga menimpa keluarganya.

"Bijaknya, Pak Edy mengakui perbuatan secara publik, lalu meminta maaf secara publik," ujarnya.

Teguh mengatakan pihaknya juga akan menyampaikan peristiwa ini kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan DPRD Sumut.

"Harapannya, ketika masalah ini selesai, hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di Sumatera Utara," katanya.

Sementara, Choky Aritonang mengaku banyak pihak yang menjumpai dirinya untuk mempertemukan dengan Edy Rahmayadi agar dilakukan mediasi. Salah satu yang menjumpai Choki untuk hal itu adalah Ketua KONI Sumut.

"Banyak yang menginginkan ini mediasi, tapi gak gitu juga caranya. Tiba-tiba salaman, enceng (berhenti) ya," katanya.

Choky mengaku dirinya sedih dan malu telah diperlakukan seperti itu. Menurutnya, Edy menjewer dengan kuat.

Choky menjelaskan, saat Edy menyampaikan beberapa hal tentang pembangunan, tiba-tiba dirinya dipanggil maju karena dianggap tidak tepuk tangan saat acara.

"Saya dipanggil, disuruh maju ke depan. Awalnya becanda, namun semakin serius. Sampai itu lah pertanyaannya. Kenapa kamu tidak tepuk tangan pada saat saya menyampaikan sambutan yang berapi-api. Saya bingung yang berapi api itu yang mana, kenapa harus saya tepuk tangan. Saya tidak mau menjawab di situ, dikasih mic, tapi tidak saya jawab. Karena saya juga bingung," jelasnya.

Choky mengatakan Edy saat itu semakin terlihat serius memarahinya. Hingga akhirnya telinga Choky dijewer oleh Edy.

"Semakin serius ternyata, tepuk-tepuk bahu saya, jewer, kuat itu," katanya.

Setelah menjewer, kata Choky, Edy juga berbicara kasar terhadapnya. Edy saat itu menyebut Choky dengan kata-kata sontoloyo.

"Begitu dia bilang sontoloyo, saya langsung tinggalkan, saya bukan diusir," katanya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update