![]() |
| Kolam renang Pemko Tebingtinggi akan segera diaktifkan kembali. |
Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026), Fadli mengatakan kolam renang tersebut sebelumnya telah diresmikan oleh Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih pada Senin (26/1/2026) dan langsung dibuka untuk masyarakat umum.
Pada tahap awal pembukaan, masyarakat diperbolehkan berenang secara gratis sehingga antusias warga sangat tinggi untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.
"Jumlah pengunjung berfluktuasi. Pada awal dibuka sekitar 600 orang, kemudian meningkat seiring informasi yang semakin luas diterima masyarakat hingga pada puncaknya mencapai 2.450 orang dalam satu hari dari pagi hingga sore," ujar Fadli.
Dia menjelaskan, pada bulan Ramadan kolam renang tersebut ditutup sementara. Selama masa penutupan, perawatan air kolam tidak dilakukan secara maksimal sehingga lumut berkembang dengan cepat di dalam air.
Akibatnya, air kolam berubah warna menjadi hijau. Kondisi itu terjadi karena air kolam tidak diberi bahan kimia yang biasanya digunakan untuk menghambat pertumbuhan lumut.
"Pemberian obat seperti kaporit dan bahan lainnya biasanya dilakukan secara rutin ketika kolam digunakan masyarakat untuk menghambat serta mematikan lumut," jelasnya.
Menurut Fadli, paparan sinar matahari yang cukup terik juga mempercepat pertumbuhan lumut di dalam kolam.
Dia mengatakan berbagai komentar, saran, dan masukan dari masyarakat menjadi perhatian bagi pihaknya dalam meningkatkan pengelolaan kolam renang tersebut.
Terkait saran agar kolam dikeringkan saat tidak digunakan, Fadli menilai langkah itu berisiko merusak struktur kolam.
"Jika kolam kosong dan terkena paparan panas matahari terlalu lama, sambungan keramik dikhawatirkan retak dan berpotensi menimbulkan kebocoran. Hal itu justru dapat berdampak fatal bagi kondisi kolam," katanya.
Fadli menegaskan pihak Disporapar Tebingtinggi berkomitmen untuk memastikan kolam renang tersebut kembali dalam kondisi representatif sebelum dibuka kembali untuk masyarakat.
Dia menjelaskan perawatan air kolam selama ini dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari perawatan kimiawi dengan pemberian kaporit dan PAC pada sore hari setelah kolam ditutup.
Kemudian pembersihan manual menggunakan mesin vakum untuk mengangkat kotoran dan lumut yang mengendap di dasar kolam.
Selain itu, pembersihan juga dilakukan secara mekanik melalui sistem filtrasi menggunakan mesin filter.
"Air kolam disedot dari saluran maindrain di dasar kolam, kemudian disaring sebelum dialirkan kembali ke kolam melalui inlet fitting. Air kotor hasil penyaringan dibuang melalui proses backwash secara berkala," terangnya.
Sebelum kolam dibuka untuk umum, petugas juga melakukan pengecekan kualitas air setiap pagi menggunakan alat untuk memastikan tingkat pH dan kadar kaporit berada dalam kondisi aman.
"Saat ini, proses pembersihan kolam renang sedang dilakukan secara bertahap dan diharapkan saat kembali dibuka, kondisi air sudah bersih serta layak digunakan oleh masyarakat," tutupnya. (Red)
