![]() |
| Kamar kos tempat ditemukan jasad mahasiswi UNIMED. |
Saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi membusuk. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan.
Orang tua korban, Mangatur Naibaho, mengatakan jasad putrinya dilakukan autopsi untuk mengetahui pasti penyebab kematian.
"Sudah (autopsi)," ujar Mangatur saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).
Setelah selesai diautopsi, jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka di Kota Tebingtinggi.
Menurut Mangatur, putrinya sempat mengeluh sakit sebelum meninggal dunia. Keluhan itu disampaikan Maria melalui pesan WhatsApp kepada ibunya pada Selasa (10/3/2026) lalu.
"Kemarin Selasa via WA ke mamanya, ada ngeluh demam dia," kata Mangatur yang merupakan Anggota DPRD Kota Tebingtinggi ini.
Sementara, Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan belum bisa memastikan penyebab kematian korban.
"(Penyebab) masih didalami, jadi kita tunggu hasil autopsinya," ujar Ras Maju.
Dia menjelaskan penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan pacar korban yang datang untuk menemui korban.
Namun, saat itu, pintu kamar kos korban dalam keadaan terkunci dan tidak merespons saat dipanggil. Pacar korban pun memanggil sejumlah rekannya.
Pada saat itu, mereka mencium bau busuk dari kamar korban. Alhasil, mereka memutuskan untuk mendobrak pintu kamar itu.
Saat pintu terbuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur dengan kondisi hanya mengenakan sarung, tanpa pakaian.
Penemuan itu pun dilaporkan ke pemilik kos hingga diteruskan ke Polsek Medan Tembung. Ras Maju mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP.
"Kita bawa jasadnya ke RS Bhayangkara untuk diautopsi," katanya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut penyebab kematian korban.
"Untuk penyebab pasti kematian korban masih kami selidiki," pungkasnya. (Red)
