Rakernas APEKSI XVIII Resmi Ditutup, Wali Kota Tebingtinggi Dorong Penguatan Kolaborasi

Notification

×

Rakernas APEKSI XVIII Resmi Ditutup, Wali Kota Tebingtinggi Dorong Penguatan Kolaborasi

Jumat, 03 Juli 2026 | 08:48 WIB Last Updated 2026-07-03T04:54:45Z

Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih menghadiri Sidang Pleno Penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII Tahun 2026 di Grand City Hall, Medan, Kamis (2/7/2026).
MEDAN (Kliik.id) - Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih menghadiri Sidang Pleno Penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII Tahun 2026 di Grand City Hall, Medan, Kamis (2/7/2026).


Acara ini ditutup secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).


Forum strategis tersebut juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus Pusat APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wali Kota Medan selaku tuan rumah Rico Tri Putra Bayu Waas, serta seluruh wali kota se-Indonesia.


Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih, menekankan bahwa Rakernas APEKSI merupakan momentum penting untuk membahas isu strategis perkotaan sekaligus memperkuat komunikasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi setiap kota.


"APEKSI adalah wadah strategis untuk memperkuat posisi pemerintah kota dalam pengambilan kebijakan nasional. Dengan semangat kolaborasi, kita dapat merumuskan solusi atas persoalan perkotaan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inovatif dan berkelanjutan," ujar Irdian di sela-sela kegiatan.


Irdian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya kepada Pemerintah Kota Medan selaku tuan rumah atas suksesnya penyelenggaraan agenda nasional ini.


Sebelumnya, agenda sidang pleno yang dipimpin langsung oleh Ketua DPP APEKSI Eri Cahyadi bersama Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam dan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, memfokuskan pembahasan pada rekomendasi dari Komisariat Wilayah (Komwil) I sampai VI.


Berbagai isu strategis perkotaan mencuat, mulai dari pengelolaan sampah, mitigasi bencana, penguatan fiskal daerah, penyederhanaan tata kelola pemerintahan, hingga kejelasan sumber pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).


Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah demi membangun kota yang tangguh, modern, produktif, serta mampu menjawab tantangan pembangunan masa depan.


Menurut AHY, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan memiliki keterkaitan erat dengan visi APEKSI, yakni menghadirkan kota-kota yang kuat sebagai fondasi pembangunan nasional.


"Tantangan yang dihadapi kota-kota saat ini semakin besar. Mulai dari derasnya arus urbanisasi yang meningkatkan kebutuhan permukiman, persoalan transportasi yang memicu kemacetan, hingga kesenjangan ekonomi dan sosial. Semua itu harus kita jawab dengan solusi nyata," kata AHY.


Sebagai solusi, AHY menilai pembangunan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah harus terus diperkuat agar mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru sesuai potensi daerah.


Dia berharap APEKSI terus menjadi wadah bagi pemerintah kota untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta memperkuat kerja sama dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pembangunan perkotaan.


Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Pusat APEKSI Eri Cahyadi menegaskan bahwa pemerintah kota dituntut untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi.


"Kita diciptakan bukan untuk berkeluh kesah, tetapi untuk berinovasi dan membangun kekuatan dengan bersinergi antar kota. APEKSI tidak boleh hanya menjadi forum penyampaian persoalan daerah, melainkan harus melahirkan solusi dan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat," tegasnya.


Sebagai informasi, Rakernas XVIII APEKSI yang mengusung tema "Kota Tangguh Bangsa Berdaulat" ini juga dimeriahkan oleh rangkaian dengan berbagai agenda, seperti Ladies Program, city tour ke kawasan budaya Kota Medan, kunjungan ke Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Galeri Dekranasda, serta forum tematik yang mempertemukan aparatur perangkat daerah dari seluruh Indonesia. (Red)

×
Berita Terbaru Update