Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Dana Desa Tersalurkan Rp 400 T, Jokowi: Bisa Lari ke Mana-mana Ini!

Senin, 20 Desember 2021 | 10:43 WIB Last Updated 2021-12-20T04:09:03Z
Presiden Joko Widodo. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan pemerintah daerah agar berhati-hati dalam pemanfaatan dana desa. Apalagi penyalurannya sudah sangat besar.

Jokowi menerangkan penyaluran dana desa dilakukan pemerintah sebagai bentuk komitmen untuk membangun negara dari pinggiran dan perbatasan.

"Membangun dari desa bukan jawa sentris tapi Indonesia sentris. Yang kita bangun bukan hanya yang gede-gede saja, yang besar-besar saja, jalan tol misalnya, pelabuhan, atau bandara. Bukan itu saja tapi juga jalan-jalan di kampung, jalan-jalan di desa embung-embung di desa dan memperbaiki pasar-pasar rakyat yang ada di desa-desa," tuturnya dalam acara peluncuran sertifikat badan hukum dan peresmian pembukaan Rakornas BUM Desa, Senin (20/12/2021).

Jokowi melanjutkan, sejak 2015 hingga saat ini penyaluran dana desa totalnya sudah mencapai Rp 400,1 triliun. Angka itu menurutnya sangat besar, karena dimulai dengan nominal yang kecil.

"Kaget? Rp 400,1 triliun dimulai dari 2015 Rp 21 triliun, tepatnya rp 20,8 triliun, 2016 Rp 46,7 triliun, 2017 Rp 59,8 triliun, 2018 Rp 59,8 triliun, 2019 Rp 69,8 triliun, dan 2020 Rp 71,1 triliun, dan terakhir 2021 Rp 72 triliun totalnya tapi Rp 400,1 triliun," terangnya.

Dana desa itu juga tercermin dari pengelolaan APBD desa yang menurutnya meningkat drastis. Pada 2014 rata-rata APBD desa hanya Rp 329 juta, 2015 naik menjadi Rp 701 juta dan 2021 rata-ratanya menjadi Rp 1,6 miliar. Jokowi pun memperingatkan agar berhati-hati mengelolanya.

"Hati-hati pengelolaan dana desa yang jumlahnya tidak sedikit, jumlahnya sangat besar sekali. Sekali lagi Rp 400,1 triliun, gede sekali. Begitu salah sasaran, begitu tata kelola tidak baik, bisa lari ke mana-mana. Ini perlu saya ingatkan," tegasnya.

Meski begitu, Jokowi menekankan bahwa dari data yang dia miliki, pembangunan di desa juga sudah terlihat. Dia mencontohkan, untuk jalan desa sudah terbangun 227 ribu km, 4.500 unit embung kecil, 71 ribu unit irigasi hingga 1,3 juta meter jembatan.

"Itu dimeteri bukan jumlahnya, pasar desa 10.300 unit, bumdes saat ini juga telah mencapai 57.200 unit," tutupnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update