Notification

×

Pastikan Mutu dan Administrasi, Satgas MBG Monitoring dan Evaluasi SPPG di Kota Tebingtinggi

Selasa, 10 Maret 2026 | 17:09 WIB Last Updated 2026-03-10T14:17:45Z
Tim Satgas Program MBG melakukan monitoring dan evaluasi intensif ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Kota Tebingtinggi, Selasa (10/3/2026).
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - 
Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi terus memperkuat komitmennya dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai langkah nyata penjaminan mutu, Tim Satgas Program MBG melakukan monitoring dan evaluasi intensif ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Kota Tebingtinggi, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan yang terbagi dalam 4 tim ini bertujuan memastikan setiap dapur penyedia makanan beroperasi sesuai standar ketat yang ditetapkan pemerintah pusat, baik dari sisi nutrisi, higienitas, maupun kelengkapan administrasi.

Dalam peninjauan yang dilakukan Tim 1, yang menyasar SPPG "Polda Sumut 10" di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kelurahan Bagelen,

Satgas melihat antusiasme operasional yang tinggi meski baru berjalan tiga minggu. Saat ini, pengelola sedang melakukan akselerasi penyelesaian dokumen administrasi seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"SLHS saat ini sedang dalam proses seminar sertifikasi, sementara IPAL sedang disiapkan sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu, kondisi fisik bangunan di lokasi tersebut juga masih dalam tahap penyempurnaan, seperti pembangunan pagar di area belakang. Sementara ini SPPG masih memproduksi menu makanan kering karena menyesuaikan dengan pelaksanaan Ramadan," ujar Perwakilan Satgas.

Senada dengan itu, Tim 2, 3, dan 4 yang menyisir wilayah Kecamatan Rambutan, Tebingtinggi Kota, hingga Padang Hulu, memberikan pendampingan teknis terkait pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pemasangan grease trap pada saluran drainase untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar dapur.

Koordinator Wilayah MBG Kota Tebingtinggi Widya Pertiwi menegaskan seluruh menu yang didistribusikan telah melalui formulasi ahli gizi untuk memastikan keseimbangan karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin.

"Menu yang disajikan sudah mengandung unsur karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan unsur gizi lainnya. Namun menunya dibuat bervariasi setiap hari. Saat ini karena bulan Ramadan, yang disajikan adalah menu kering. Setelah Ramadan, akan kembali ke menu basah," jelas Widya.

Dia menegaskan penentuan menu sepenuhnya menjadi tanggung jawab ahli gizi di masing-masing SPPG.

Setiap minggu, ahli gizi menyusun menu yang berbeda untuk didistribusikan kepada para penerima manfaat.

Sebelum makanan diantar ke sekolah-sekolah, tim ahli gizi di setiap SPPG wajib melakukan pengujian sampel (organoleptik) yang meliputi aroma, rasa, dan kualitas makanan secara keseluruhan.

"Setiap makanan yang akan dibagikan wajib diuji terlebih dahulu oleh ahli gizi. Pengambilan sampel dilakukan minimal dua kali sehari, menyesuaikan dengan jadwal distribusi makanan ke sekolah. Jika terdapat keluhan dari penerima manfaat, kami berharap dapat dilaporkan langsung ke pihak SPPG agar segera dilakukan evaluasi dan perbaikan," ujarnya.

Program MBG di Tebingtinggi menjangkau sasaran luas, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga kelompok rentan seperti balita serta ibu hamil dan menyusui.

Jadwal distribusi pun diatur sebaik mungkin, dimana pengantaran untuk siswa SD umumnya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, sementara untuk tingkat SMP dan SMA sekitar pukul 09.30 WIB dan untuk kelompok penerima lainnya pada siang hari.

Kegiatan monitoring ini turut diikuti oleh jajaran pejabat Pemko Tebingtinggi, diantaranya Kepala Dinas Kominfo Ghazali Rahman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Reza Aghista, Kadis Kesehatan Fitri Sari Saragih, Kadis Ketahanan Pangan Iboy Hutapea, serta pihak Puskesmas dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup.

Melalui evaluasi berkala ini, Tim Satgas optimis seluruh SPPG di Kota Tebingtinggi akan segera mencapai standar yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi masyarakat penerima manfaat dapat berjalan optimal dan aman. (Red)
×
Berita Terbaru Update