Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

RI Kembali Kedatangan Vaksin: 1 Juta Dosis AstraZeneca dan 14 Juta Sinovac

Senin, 30 Agustus 2021 | 13:25 WIB Last Updated 2021-08-30T11:39:08Z
Indonesia kembali menerima kedatangan vaksin COVID-19. Ada dua jenis vaksin yang datang kali ini yaitu vaksin Sinovac dan AstraZeneca. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - Indonesia kembali menerima kedatangan vaksin COVID-19. Ada dua jenis vaksin yang datang kali ini yaitu vaksin Sinovac dan AstraZeneca.

Kedatangan vaksin COVID-19 di Bandara Soekarno-Hatta ini disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/8/2021). Vaksin Sinovac terdiri dari vaksin jadi dan bahan baku vaksin.

"Alhamdulillah pada hari ini tanggal 30 Agustus 2021 kita telah menerima vaksin Covid-19, ada 2 jenis produksi yang telah datang yaitu dari AstraZeneca sebanyak 1.086.000 dosis serta Sinovac sebanyak 5 juta dosis. Keduanya berupa vaksin jadi. Sedangkan dari vaksin Sinovac masih ada tambahan lagi yaitu 9.200.000 dosis berupa bakalan vaksin atau bulk vaksin. Kehadiran vaksin ini adalah merupakan kedatangan tahap ke 43, 44 dan ke 45 dan masih akan dilanjutkan dengan kedatangan vaksin-vaksin berikutnya," kata Menko PMK,
Muhadjir Effendy.

Muhadjir memastikan pemerintah terus berupaya keras mendatangkan vaksin COVID-19 guna memenuhi kebutuhan vaksinasi nasional. Dia meminta dukungan masyarakat terkait percepatan program vaksinasi.

"Sampai tanggal 26 Agustus 2021 capaian vaksinasi dosis pertama sebesar 28,53 persen sedangkan vaksin dosis kedua sebesar 16,02 persen," ujar Muhadjir.

"Untuk percepatan capaian vaksinasi dibutuhkan kerja sama yang sangat erat, peran serta elemen seluruh bangsa juga sangat diharapkan. Karenanya pemerintah mengajak semua pihak baik itu organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan, para tokoh-tokoh keagamaan dan masyarakat, para swasta, pelaku usaha, organisasi-organisasi swadaya masyarakat dan volunteer untuk saling terus bahu membahu bekerja sama untuk demi susksesnya vaksinasi nasional ini," imbuh Muhadjir.

Mantan Mendikbud itu lantas berbicara mengenai hidup berdampingan dengan COVID-19. Muhadjir menyebut akhir pandemi COVID-19 ini belum bisa diprediksi.

"Kita berhadapan dengan suatu kenyataan bahwa suka tidak suka, mau tidak mau, kita akan berdampingan dengan COVID-19 dalam jangka waktu yang belum bisa kita pastikan akan berakhir. Oleh sebab itu perlu kerja sama yang terus diperketat, dipererat seluruh elemen bangsa dengan menerapkan protokol kesehatan dan memanfaatkan semua kemampuan kita termasuk teknologi kita guna mempercepat pemulihan di bidang kesehatan, pemulihan di bidang ekonomi terutama di bidang produktivitas serta mengakhiri pandemi ini," ujar Muhadjir. (Detik)
×
Berita Terbaru Update