Notification

×

Iklan

Iklan

Djarot: Idul Adha 1442H, Momen untuk Lebih Dekat Kepada Kaum Mustadh’Afin

Selasa, 20 Juli 2021 | 14:56 WIB Last Updated 2021-07-20T13:21:37Z
Djarot Saiful Hidayat
MEDAN (Kliik.id) - Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat mengajak masyarakat untuk lebih memaknai Hari Raya Idul Adha 1442H lebih mendalam lagi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Hal itu diungkapkan Djarot dalam keterangan tertulisnya dalam rangka peringatan Idul Adha 1442 H yang jatuh pada hari ini, Selasa (20/7/2021).

"Momen Idul Adha tidak lepas dari pengorbanan seorang ayah yaitu Nabi Ibrahim AS yang harus mengorbankan anak tersayangnya yaitu Nabi Ismail AS demi menjalankan perintah Allah dan yang tak kalah penting adalah kerelaan dari seorang istri sekaligus ibu yaitu Siti Hajar," ujar Djarot.

Menurut Djarot, kita harus mencontoh keluarga Nabi Ibrahim AS, dimana ayah, istri dan anak kompak dan solid dalam menjalankan perintah Allah SWT demi kepentingan yang lebih besar lagi, dan kepatuhan tersebut dilakukan dengan komitmen tinggi tanpa bantahan sedikitpun.

"Di masa pandemi, kita juga dituntut berkorban untuk mematuhi protokol kesehatan agar tidak menjadi bencana, dan Madrasah Keluarga Nabi Ibrahim bisa kita jadikan teladan, bagaimana sebuah keluarga patuh terhadap perintah Allah dan menjaga masyarakat agar tidak terpapar Covid merupakan perintah Allah SWT," ucap Djarot.

Hari Raya Idul Adha yang merupakan hari Raya Kaum Mustad’afin yang dalam dimensi pemikiran Bung Karno adalah Kaum Marhaen, merupakan momen yang seharusnya dijalani dengan kegembiraan.

"Akan tetapi situasi pandemi membuat kita semua harus bisa dan ikhlas untuk tidak merayakan secara berlebihan, untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 dan bagi Kaum Mustadh’afin inilah pengorbanan yang harus dijalankan dalam masa pandemi ini," terang Djarot.

Kita yakin ada hikmah di setiap cobaan yang diberikan Allah SWT, termasuk pandemi yang belum berakhir ini. Hikmah terbesarnya adalah agar kita lebih fokus kepada sanak saudara kita yang hidup kesulitan.

Pada tanggal 23 Oktober 1946, Bung Karno menuliskan sebuah petuah yang begitu mendalam yakni berbunyi: 'Orang tidak dapat mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin'. Jika dalam Idul Adha sebelum Pandemi Kita berlomba untuk mencapai Gelar Haji.

"Maka saat Idul Adha di masa pandemi mari berlomba dan bersemangat dalam membantu kaum Mustadh’afin atau kaum Marhaen karena ganjaran yang diberikan oleh Allah pastinya tidak berbeda, karena peduli kemanusiaan adalah nilai dan ajaran agama itu sendiri," pungkas Djarot. (Rls)
×
Berita Terbaru Update