Notification

×

Iklan

Iklan

Dikritik 100 Hari Kerja sebagai Wali Kota Medan, Ini Jawaban Bobby

Senin, 07 Juni 2021 | 15:43 WIB Last Updated 2021-06-07T17:02:11Z
Wali Kota Medan Bobby Nasution
MEDAN (Kliik.id) - Wali Kota Medan Bobby Nasution menanggapi banyaknya kritik terhadap kinerjanya di periode 100 hari pertama. Kritik tersebut datang dari berbagai pihak mulai dari mahasiswa, praktisi, akademisi, politisi dan lainnya.

"Terima kasih yang sudah menyampaikan pesan kepada kami di 100 hari kerja. Memang pastinya tentu masih banyak yang perlu kita perkuat, kita lakukan," ujar Bobby usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Medan, Senin (7/6/2021).

Namun, Bobby menekankan, pihaknya memang tidak pernah membuat program khusus 100 hari kerja.

"Karena kita dari awal kami sampaikan untuk program 100 hari kami tidak ada spesifik khusus. Target-target dari 100 hari harus mencapai apa saja. Karena program yang kami buat ini adalah program untuk satu periode, bukan per tiga bulan saja," katanya.

Bobby mengatakan dalam jangka waktu tiga bulan, ia bersama Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman meluncurkan lima program prioritas yang sudah mulai berjalan.

Lima program prioritas ini yakni penanganan banjir, peningkatan infrastruktur, kebersihan, penanganan Covid-19, dan peningkatan ekonomi UMKM.

"Tapi dari tiga bulan ini maupun dari 100 hari ini progres dari program satu periode ini saya rasa sudah bisa dilihat. Hari ini kita sudah meluncurkan lima program prioritas untuk bisa kita jalankan dalam satu periodenya ini," ungkapnya.

Menurut Bobby, untuk mencapai lima program prioritas tersebut, dirinya fokus terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan. Bobby pun tak menampik jika saat ini masih banyak kebocoran-kebocoran PAD yang terjadi di Kota Medan.

"Untuk tetap dalam mencapai lima program prioritas ini kita butuh bantuan dari PAD kita. Oleh karena itu perolehan PAD bagaimana teknis PAD kita untuk mengatasi kebocoran-kebocoran ini. Dan gambaran atau rangkaiannya sudah bisa kita lihat. Mudah-mudahan dengan dukungan stake holder dan pemerintah Kota Medan program prioritas ini akan dapat tercapai," tuturnya.

PDIP Kritik 100 Hari Kerja Bobby-Aulia

Berbagai kritik datang kepada pasangan Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Wakil Wali Kota Aulia Rachman. Tak hanya dari partai oposisi, kritik juga datang dari partai pengusung utama pasangan Bobby-Aulia saat Pilkada, PDI Perjuangan (PDIP).

Wakil Ketua DPD PDIP Sumut, Aswan Jaya mengatakan, keputusan Bobby Nasution membuka Kesawan City Walk, menghasilkan langkah blunder di lapangan.

"Kesawan itu langkah blunder, buktinya itu ditutup padahal baru saja dibuka," ujar Aswan Jaya saat kegiatan focus group discussion (FGD) dengan tema '100 Hari Bobby-Aulia, Bagaimana? yang diinisiasi oleh DPD KNPI Sumut di Roman Kopi, Sabtu (5/6/2021) malam.

Aswan menyebut ada ketidaksiapan dari Pemko Medan dalam menjalankan Kesawan City Walk yang akhirnya disorot banyak pihak karena dianggap melanggar protokol kesehatan (prokes) akibat kerumunan massa.

Ia menilai, langkah blunder tersebut karena Bobby Nasution masih muda dan terkesan tergopoh-gopoh.

"Wajar itu karena beliau muda, tergopoh-gopoh, karena itu janji politik beliau," tuturnya.

Di Sumut khususnya di Medan, kata dia, ada budaya guyub atau berkumpul. Sehingga, ketika ada sebuah kegiatan maka akan banyak dihadiri oleh orang, dan yang menjadi cacatan adalah pelanggaran prokes.

Aswan mengingatkan Bobby bahwa saat ini dirinya diwarisi birokrat lama. Di mana, tidak jarang birokrat tersebut hanya bisa mencari muka bukan bekerja.

"Beliau (Bobby) harus bijaksana dalam memilih jajarannya," pesan Aswan.

Ombudsman Kritik Kesawan City Walk

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar juga mengatakan hal senada. Dia ikut mengkritik program Kesawan City Walk.

"Kesawan itu baik karena menghidupkan UMKM, ketika hadir. Cuma momentum tidak pas, karena pandemi COVID-19," tuturnya.

PKS Tagih Janji Bobby-Aulia Berkantor di Medan Utara

Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Wakil Wali Kota Aulia Rachman tepat melewati masa 100 hari kerjanya pada Sabtu (5/6/2021).

Hingga 100 hari kerja, masih banyak janji saat masa kampanye yang belum mampu direalisasikan pasangan ini. Satu diantaranya adalah berkantor di kawasan Medan Utara.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumut memberikan catatan selama 100 hari masa kepemimpinan Wali Kota dan Waki Wali Kota Medan Bobby Nasution-Aulia Rachman. Satu di antaranya adalah janji memberikan perhatian khusus kepada kawasan Medan Utara.

"Ada janji akan memberikan perhatian khusus di Medan Utara, mereka janji berkantor di sana. Tapi belum ada realisasinya," kata Pengurus DPW PKS Sumut, Wasis Wiseso Pamungkas saat Focus Group Discussion (FGD) dengan tema 100 Hari Bobby-Aulia, Bagaimana? yang diselenggarakan DPD KNPI Sumut, di Roman Kopi, Sabtu (5/6/2021) malam.

Eks Jubir Akhyar Nasution-Salman Alfarisi yang merupakan rival Bobby-Aulia itu menyebut banyak janji lain yang harus dipenuhi pasangan dengan tagline Kolaborasi Medan Berkah tersebut.

"Janji perbaikan infrastuktur, penanganan Covid-19, masih menjadi catatan penting," katanya.

Akademisi Beri Nilai Buruk untuk 100 Hari Kerja Bobby-Aulia

Pengamat Politik USU, Warjio menilai selama 100 hari kerja, Bobby masih dalam proses pencarian dan pemetaan masalah.

"Dan itu, saya nilai sampai saat ini masih fokus pada penguatan struktur di birokrasi. Tetapi, masih belum maksimal," kata Warjio, Sabtu (5/6/2021).

Bobby coba menata struktur birokrasi yang berada di tingkat bawah, mulai dari lingkungan camat, kelurahan, dan SKPD. Tetapi, dikatakannya tindakan tersebut belum cukup. Karena, persoalan pelayanan publik, terkait birokrasi, masih salah satu persoalan utama.

"Jadi, dampaknya belum bisa dirasakan. Misalnya begini, apakah betul-betul proses rekrutmen yang sudah dijalankan terhadap calon SKPD yang mau ditempatkan merupakan representasi orang yang bisa mendukung untuk keberhasilan pembangunan, atau sebaliknya. Menjadi bomerang," ujarnya.

Lalu, kebijakan yang paling kontra produktif selama masa kepemimpinan Bobby adalah membangun Medan sebagai The Kitchen Of Asia di tengah masa pandemi Covid-19.

"Itu betul-betul suatu kebijakan yang bermasalah. Bukan saja ditelurkan di masa Covid-19, tapi juga menjadi penyebab penyebaran virus Covid-19 di wilayah Medan sehingga tidak aman," katanya.

Komunikasi Wali Kota Medan juga dinilai buruk. Ia mencontohkan komunikasi politik antara Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi.

"Bagaimana Bobby tidak mengetahui tempat wilayah penampungan terpapar Covid-19 itu. Nah, sayang sekali ini, bisa jadi timnya memang tidak memberikan informasi yang cukup. Malah, diekspose ke media pula. Makanya kejadian itu memberi gambaran negatif," katanya.

Jadi, ia menyimpulkan komunikasi politik secara struktur birokrasi Bobby kurang baik. Selain itu jika ditinjau dari janji politik Bobby Nasution dan Aulia Rachman, yakni masalah banjir, drainase, infrastrukur, dan kesehatan. Semua itu, kata Warjio, belum tersentuh secara baik.

"Itu jalan di Medan masih banyak daerah yang buruk jalannya dan sangat mengganggu masyarakat. Kemudian penanganan Covid-19 yang jelas sekali dari nasional menyoroti Medan belum mampu menangani. Ini lah yang jadi persoalan," jelasnya.

"Jadi kita tidak memberikan nilai yang baik ke Bobby. Paling hanya 40 karena bagaimanapun masih banyak catatan untuk proses pembangunan ke depan agar lebih baik," tutupnya. (Tri/Rls)
×
Berita Terbaru Update