Notification

×

Iklan

Iklan

Meryl Saragih Pertanyakan Komitmen Berdemokrasi Gubsu Edy

Sabtu, 08 Mei 2021 | 11:43 WIB Last Updated 2021-05-08T07:51:03Z
Meryl Rouli Saragih
MEDAN (Kliik.id) - Aksi 10 orang mahasiswa dengan tuntutan pencabutan Pergubsu Nomor 1 tahun 2021 pada Jumat sore (7/5/2021) berakhir ricuh.

Kericuhan tersebut disebabkan arogansi aparat di lingkungan rumah dinas Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) di Jalan Sudirman Medan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Sumut Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Meryl Rouli Saragih menyatakan bahwa peristiwa itu tak perlu terjadi, seandainya semua pihak terutama Gubsu dengan aparat di lingkungan rumah dinas memiliki rasa kemanusiaan dan pemahaman yang utuh tentang demokrasi.

"Apalagi peristiwa itu terjadi di saat Bulan Puasa Ramadhan yang mana melatih kita untuk menonjolkan empati kemanusiaan, tetapi itu sangat tidak terlihat saat peristiwa penggebukan 10 mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya," ungkap Meryl dalam keterangan persnya, Sabtu (8/5/2021).

Selanjutnya, Meryl menyebutkan bahwa pengalamannya saat menjadi aktivis mahasiswa dan turun ke jalan di tahun-tahun 2007-2011 di Jakarta tidak pernah menemukan dan mengalami seperti apa yang terjadi kemarin sore di lingkungan tersebut rumah dinas Gubsu tersebut.

"Menggebuki aksi mahasiswa itu merupakan tindakan yang anti demokrasi. Parahnya justru dilakukan oleh aparat di depan rumah dinas, sungguh ini bukan tindakan manusiawi, Edy Rahmayadi harus intropeksi diri, siapa dia sesungguhnya, harusnya Gubernur mengayomi dan melindungi rakyatnya," tegas Meryl.

Sebagaimana diketahui bahwa kemarin sore aparat di lingkungan rumah dinas Gubsu menggebuki sejumlah mahasiswa saat melakukan aksi menuntut Gubsu pencabut Pergubsu Nomor 1 tahun 2021 yang berakibat kenaikkan harga BBM khusus di Sumut.

"Saya bersama mahasiswa dan melalui lembaga legislatif akan terus memperjuangkan aspirasi mahasiswa tersebut," pungkas Meryl. (Rls)
×
Berita Terbaru Update