Notification

×

Iklan

Iklan

Gebukin Mahasiswa, Gubsu Edy Dinilai Arogansi, Efeknya Bahayakan Masyarakat Sumut

Sabtu, 08 Mei 2021 | 01:20 WIB Last Updated 2021-05-08T07:28:17Z
Aswan Jaya
MEDAN (Kliik.id) - Tindak kekerasan oleh aparat di lingkungan Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) dalam menghadapi aksi mahasiswa yang hanya 10 orang, menjadi citra buruk Gubsu Edy Rahmayadi. 

Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan aspirasi agar Gubsu menurunkan harga BBM kembali. Namun, aksi ini dibalas dengan arogansinya dan prakte komunikasi yang sangat buruk dilakukan oleh Edy Rahmayadi.

"Selayaknya Edy Rahmayadi mengundang 10 orang mahasiswa tersebut masuk ke rumah dinas untuk berdialog sembari berbuka puasa bersama. Aksi mahasiswa itu kan dilakukan menjelang berbuka puasa, bukan malah digebuki, kasar sekali itu," ujar Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Sumut Aswan Jaya yang disampaikan di sela-sela acara silaturrahim Pujakesuma Sumut, Jumat (7/5/2021).

Aswan Jaya mengatakan bahwa saat itu dirinya menyerap awpirasi mahasiswa melalui dialog yang hangat. Hal ini tentu akan memberikan penilaian positif dari publik Sumut.

"Kalau dengan cara menggebuki mahasiswa yang demo, tentunya Edy Rahmayadi membuktikan dirinya memang masih kekanak-kanakan, anti kritik, otoriter, arogan dan anti demokrasi, tak layak untuk terus memimpin dan efeknya sangat berbahaya bagi masyarakat Sumut," tegas Aswan.

Sebagaimana diketahui bahwa pada Jumat sore (7/5/2021), 10 orang mahasiswa mendatangi rumah dinas Gubsu untuk menyampaikan aspirasi bahwa Gubsu dimohon mencabut Pergubsu Nomor 1 tahun 2021 yang berakibat naiknya harga BBM di Sumut.

Respon aparat di lingkungan rumah dinas Gubsu terhadap mahasiswa tersebut dilakukan dengan cara kekerasan, menendang, memukul dan menahan untuk pemeriksaan 6 mahasiswa di Polrestabes Medan. Bahkan seorang wartawan yang sedang meliput pun turut dipukuli oleh petugas Satpol PP. (Rls)
×
Berita Terbaru Update