Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Ada Nama Ahok di Surat Wasiat Zakiah Aini Penyerang Mabes Polri

Kamis, 01 April 2021 | 11:10 WIB Last Updated 2021-04-01T06:50:09Z
Pelaku penyerang Mabes Polri
JAKARTA (Kliik.id) - Penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini (25), meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya. Dalam surat wasiat itu, Zakiah Aini menyebut-nyebut nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Surat itu diawali dengan permintaan maaf Zakiah kepada orang tuanya. Dia menyatakan menyayangi orang tuanya.

"Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama Mama. Tapi Allah lebih menyayangi hamba-Nya. Makanya Zakiah tempuh jalan ini sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk Mama dan keluarga di akhirat," demikian tulisan Zakiah pada dua lembar surat wasiat yang dilihat Kamis (1/4/2021).


Selain itu, Zakiah meminta keluarganya berhenti berhubungan dengan bank. Menurutnya, bank itu riba dan tidak diridai Allah. Dia kemudian menyebut-nyebut nama Ahok. Dia meminta agar keluarganya tidak menjadi pendukung Ahok.

"Pesan berikutnya untuk kakak agar rumah Cibubur jaga Dede dan Mama, ibadah kepada Allah, dan tinggalkan penghasilan dari yang tidak sesuai ajaran Islam, serta tinggalkan kepercayaan kepada orang-orang yang mengaku mempunyai ilmu, dekati ustad/ulama, tonton kajian dakwah, tidak membanggakan kafir Ahok dan memakai hijab kak. Allah yang akan menjamin rezeki kak. Maaf ya kak, Zakiah tidak bisa membalas semua pemberian kakak," tulisnya.

Zakiah sendiri menyerang Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) petang. Dia melepaskan enam kali tembakan. Setelah itu, Zakiah ditembak mati.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Zakiah Aini beraksi sendiri atau lone wolf. Dia disebut berideologi ISIS.

"Dari hasil profiling yang bersangkutan, yang bersangkutan adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS," kata Jenderal Sigit.

Hal itu, katanya, diketahui dari posting-an Zakiah Aini di media sosial. Tak sampai sehari sebelum penyerangan, dia mengunggah gambar di akun Instagram miliknya.

"Yang bersangkutan memiliki Instagram yang baru dibuat atau di-posting 21 jam yang lalu, di mana di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan terkait masalah bagaimana perjuangan jihad," paparnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update