Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Donald Trump Diblokir Facebook dan Didepak Twitter

Sabtu, 09 Januari 2021 | 10:15 WIB Last Updated 2021-01-09T05:19:13Z
Donald Trump
JAKARTA (Kliik.id) - Sepak terjang Presiden Amerika Serikat Donald Trump di media sosial sepertinya sudah tamat. Dua layanan favoritnya, Facebook dan Twitter telah mengambil tindakan tegas menyusul kerusuhan yang terjadi di gedung Capitol, Washington.

Postingan Trump di kedua media sosial itu dinilai meresahkan dan bisa memicu kekerasan lebih lanjut, bukannya mendamaikan. Maka akun sang presiden pun digembok permanen oleh Twitter dan tanpa batas waktu oleh Facebook.

"Peristiwa mengejutkan dalam 24 jam terakhir dengan jelas menunjukkan presiden Donald Trump ingin menggunakan sisa waktunya untuk merusak transisi kekuasaan yang damai dan sah pada penerusnya yang terpilih, Joe Biden," tulis Mark Zuckerberg, CEO dan pendiri Facebook.

"Kami percaya risiko mengizinkan presiden melanjutkan pemakaian layanan kami dalam periode ini terlalu besar. Maka, kami memperpanjang blokir yang sudah kami lakukan di Facebook dan Instagram-nya tanpa batas dan untuk setidaknya dua minggu ke depan sampai transisi damai selesai," demikian keputusan yang diambil oleh Zuck.

Twitter pun baru saja mengambil tindakan lebih tegas. Setelah dianggap kembali melanggar peraturan, akun Twitter Donald Trump yang baru saja dibuka, kembali ditutup dan kali ini secara permanen.

"Setelah review mendalam tweet terkini dari @realDonaldTrump dan konteksnya, terutama bagaimana penerimaan dan interpretasinya di Twitter, kami secara permanen menangguhkan akun itu terkait risiko bisa jadi pemicu kekerasan lebih lanjut," sebut Twitter.

Beberapa waktu silam, Twitter memang telah mengeluarkan peringatannya para Trump.

"Pelanggaran di masa depan terhadap aturan Twitter, termasuk kebijakan Civic Integrity atau Violent Threats, akan berakibat pada pemblokiran permanen pada terhadap akun @realDonaldTrump," cetus Twitter.

Twitter selama ini merupakan aplikasi paling favorit bagi Donald Trump untuk menyuarakan pendapatnya. Namun kini, dia sudah tidak bisa lagi menggunakannya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update