Sekda Tebingtinggi Instruksikan OPD Perkuat Aksi Nyata GERMAS

Notification

×

Sekda Tebingtinggi Instruksikan OPD Perkuat Aksi Nyata GERMAS

Senin, 25 Mei 2026 | 17:27 WIB Last Updated 2026-05-26T01:33:42Z
Sekda Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Germas Tahun 2026 di Aula Bappeda, Senin (25/5/2026).
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - 
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik memberikan instruksi tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak sekadar menjadikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai slogan.

Hal tersebut ditegaskan Sekda Erwin saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Germas Tahun 2026 di Aula Kantor Bappeda, Senin (25/5/2026).

Dalam arahannya, Erwin menekankan pentingnya kedisiplinan aparatur pemerintah serta komitmen seluruh OPD dalam mendukung program Germas secara nyata dan berkelanjutan.

Menurutnya, Germas tidak boleh hanya menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan melalui aksi konkret di tengah masyarakat, mulai dari pembiasaan olahraga, pola hidup sehat, hingga peningkatan pelayanan publik yang mendukung kesehatan masyarakat.

"Gerakan masyarakat hidup sehat ini harus dimulai dari aparatur pemerintah sendiri. Jangan hanya teori, tetapi harus ada aksi nyata. Kita ingin ASN sehat, aktif, disiplin, dan produktif," ujarnya.

Erwin juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga agar memperkuat pelaksanaan kegiatan Car Free Day setiap pekan dengan melibatkan seluruh OPD secara bergiliran.

Selain itu, dia mendorong pembangunan sarana olahraga melalui APBD maupun dukungan CSR perusahaan.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin turut menyoroti meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti stroke, hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung di Kota Tebingtinggi.

Dia menilai kondisi tersebut dipengaruhi minimnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk berolahraga.

"Kalau kita sehat, maka produktivitas meningkat. Jangan sampai setelah pensiun baru sakit-sakitan. Germas ini harus menjadi budaya hidup sehari-hari," katanya.

Selain sektor kesehatan, Erwin juga meminta seluruh OPD untuk berperan aktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkim, hingga kecamatan dan kelurahan dalam mendukung lingkungan sehat, sanitasi, kebersihan, dan aktivitas fisik masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi Fitri Sari Saragih dalam laporannya menyampaikan bahwa Kota Tebingtinggi saat ini menghadapi tantangan kesehatan yang cukup kompleks, yakni meningkatnya penyakit tidak menular bersamaan dengan masih tingginya penyakit menular.

Fitri menjelaskan, berdasarkan data kesehatan tahun 2025, penyakit seperti stroke, diabetes, hipertensi, jantung, ISPA, DBD, hingga tuberkulosis masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

"Permasalahan ini dipengaruhi gaya hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta tingginya paparan asap rokok," jelas Fitri.

Selain itu, capaian Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan di Kota Tebingtinggi baru mencapai 37 persen atau 13 kelurahan dan angka stunting juga masih berada di kisaran 17 persen.

Dalam rapat tersebut, Dinas Kesehatan berharap seluruh OPD dapat memperkuat sinergi dan memasukkan program Germas ke dalam dokumen perencanaan daerah agar implementasi di lapangan berjalan lebih maksimal dan terukur.

Rapat koordinasi Germas Tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Kota Tebingtinggi yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Kepala Bappeda Sanulita Viviana, perwakilan OPD, para camat, serta tim koordinasi Germas Kota Tebingtinggi. (Red)
×
Berita Terbaru Update