Jelang Idul Adha 2026, Satgas Pangan Tebingtinggi Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok

Notification

×

Jelang Idul Adha 2026, Satgas Pangan Tebingtinggi Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:27 WIB Last Updated 2026-05-26T18:34:44Z
Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Tebingtinggi melakukan pemantauan intensif di sejumlah pasar tradisional, kilang padi dan gudang distributor bahan pangan pokok, Selasa (26/5/2026).
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - 
Guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Tebingtinggi melakukan pemantauan intensif di sejumlah pasar tradisional, kilang padi dan gudang distributor bahan pangan pokok, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang melibatkan unsur TNI, Polri, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ini diawali dengan apel gabungan di Lapangan Merdeka yang dipimpin oleh Perwira Penghubung (Pabung) Koramil 0204/DS Kapten Inf P.M. Simanjuntak.

Dalam arahannya, Kapten P.M. Simanjuntak menekankan bahwa pengawasan ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya spekulasi harga di tingkat pedagang.

"Fokus kita tidak hanya pada fluktuasi harga, tetapi juga memastikan rantai distribusi pangan berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa kendala," ujar Kapten P.M. Simanjuntak.

Apel tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat lintas sektor, diantaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Iboy Hutapea, Kanit Tipidter Polres Tebingtinggi NJ Silalahi, serta Kepala Gudang Bulog Paya Pasir Meshta Bangun.

Untuk efektivitas pemantauan, tim Satgas dibagi menjadi tiga kelompok yang menyasar titik-titik strategis di Kota Tebingtinggi.

Kelompok pertama melakukan inspeksi di Pasar Gambir, Kilang Padi Cinta Damai, dan UD Tani Mandiri di Jalan Ahmad Yani.

Sementara, kelompok kedua meninjau Pasar Inpres, Kilang Padi Dua Saudara, serta UD Aneka Ragam di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, dan kelompok ketiga menyisir Pasar Sakti, Kilang Padi Sumber Tani, dan Grosir UD Semesta yang juga berada di Jalan Soekarno-Hatta.

Berdasarkan hasil pemantauan langsung, Satgas mencatat harga sejumlah komoditas utama masih berada dalam kategori terkendali, diantaranya beras IR 64 dijual diharga Rp 15.000 per kilogram, kacang tanah Rp 33.000 per kilogram, kacang hijau Rp 27.000 per kilogram, cabai merah Rp 48.000 per kilogram, cabai kecil Rp 48.000 per kilogram, bawang merah Rp 40.000–55.000 per kilogram, bawang putih Rp 40.000 per kilogram, gula pasir Rp 18.500 per kilogram, dan minyak goreng kuning Rp 21.000 per liter.

Untuk komoditas daging, harga daging sapi tercatat Rp 130.000 per kilogram, daging kambing Rp 100.000 per kilogram, daging ayam ras Rp 26.000 per kilogram, daging ayam buras Rp 60.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp 1.400–1.700 per butir.

Sementara itu, untuk komoditas perikanan tercatat sebagai berikut, tongkol dijual Rp 35.000 per kilogram, ikan gembung Rp 55.000 per kilogram, ikan dencis Rp 45.000 per kilogram, ikan mas Rp 45.000 per kilogram, ikan lele Rp 25.000 per kilogram, dan ikan nila Rp 35.000 per kilogram.

Selain itu, harga tepung terigu Rp 8.000 per kilogram, tepung tapioka Rp 10.000 per kilogram, tepung maizena Rp 2.500 per bungkus, susu kental manis Rp 13.000 per kaleng, tomat Rp 24.000 per kilogram, kentang Rp 12.000 per kilogram, kol Rp 8.000 per kilogram, wortel Rp 14.000 per kilogram, kacang panjang Rp 16.000 per kilogram, terong ungu Rp 12.000 per kilogram, terong kecil Rp 10.000 per kilogram, sawi Rp 12.000 per kilogram, kangkung Rp 2.500 per ikat, bayam Rp 5.000 per ikat, kelapa biji Rp 15.000 per gandeng, dan garam Rp 10.000 per kilogram.

Selain itu, harga tepung terigu Rp 8.000 per kilogram, tepung tapioka Rp 10.000 per kilogram, tepung maizena Rp 2.500 per bungkus, susu kental manis Rp 13.000 per kaleng, tomat Rp 24.000 per kilogram, kentang Rp 12.000 per kilogram, kol Rp 8.000 per kiligram, wortel Rp 14.000 per kilogram, kacang panjang Rp 16.000 per kilogram, terong ungu Rp 12.000 per kilogram, terong kecil Rp 10.000 per kilogram, sawi Rp 12.000 per kilogram, kangkung Rp 2.500 per ikat, bayam Rp 5.000 per ikat, kelapa biji Rp 15.000 per gandeng, dan garam Rp 10.000 per kilogram.

Melalui kegiatan ini, pemerintah kota berharap kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan aman dan terjangkau. (Red)
×
Berita Terbaru Update