Simalungun, Parapat (KLIIK.ID) – Isu penemuan bangkai Harimau Sumatera yang sempat menghebohkan warga Parapat akhirnya dipastikan tidak benar. Setelah dilakukan pengecekan langsung oleh instansi terkait, bangkai satwa yang ditemukan di wilayah Kelurahan Girsang II, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, dipastikan merupakan satwa Macan Akar, bukan Harimau Sumatera.
Kepastian tersebut diperoleh pada Minggu, 25 Januari 2026, menyusul laporan resmi dari Lurah Girsang , Rudy Sinaga, kepada Kepala Seksi KSDA Wilayah III Kisaran terkait adanya satu bangkai satwa liar yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kepala Seksi KSDA Wilayah III Kisaran bersama staf Resor ANECC dan CA Batu Gajah, didampingi Kanit Reskrim Polsek Parapat Ipda Girsang Sinaga, Lurah Girsang serta masyarakat setempat, langsung turun ke lokasi guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan identifikasi secara langsung di lapangan, kami pastikan bangkai satwa tersebut bukan Harimau Sumatera, melainkan Macan Akar,” tegas petugas BKSDA , Minggu (25/1/2026).
Ia menegaskan, kesimpangsiuran informasi di awal diduga terjadi akibat kondisi bangkai satwa yang sudah rusak sehingga sulit dikenali oleh masyarakat awam. Namun demikian, pihak KSDA memastikan bahwa proses identifikasi dilakukan sesuai standar dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Usai identifikasi, bangkai Macan Akar tersebut kemudian dikuburkan oleh staf Resor ANECC dan CA Batu Gajah sesuai dengan prosedur penanganan satwa liar untuk mencegah dampak lingkungan maupun gangguan kesehatan masyarakat.
KSDA bersama aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan satwa liar, terutama yang dilindungi, guna menghindari kepanikan publik serta memastikan penanganan dilakukan secara profesional.(Frens)
