Notification

×

Iklan

Baliho Puan Maharani di Kota Medan Diduga Dirusak OTK

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:44 WIB Last Updated 2022-08-11T01:48:39Z
Baliho bergambar Puan Maharani diduga dirusak OTK.
MEDAN (Kliik.id) - 
Sebuah baliho bergambar Puan Maharani Presiden 2024 yang berlokasi di Jalan Letda Sudjono, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), mengalami rusak parah.

Baliho Puan Maharani tersebut diduga sengaja dirobek-robek oleh orang tak dikenal (OTK).

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa, mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus dugaan pengrusakan baliho Puan Maharani itu.

"Kami sedang lakukan penyelidikan terkait kerusakan baliho," ujar Fathir saat dikonfirmasi, Rabu (10/8/2022).

Menurut Fathir, saat ini pihaknya belum ada menerima laporan resmi. Namun, pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku.

"Sampai sekarang belum ada (Laporan). Tapi kita tetap lakukan penyelidikan, karena informasi ini sudah beredar, jadi kami tetap lakukan penyelidikan ada atau tidak laporan," katanya.

Terkait pengrusakan baliho Puan Maharani tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Medan, Hasyim, belum dapat dikonfirmasi.

Begitu pula, Sekretaris DPC PDIP Kota Medan Roby Barus belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya, pengrusakan baliho Puan Maharani ini dikecam aktivis Alwi Hasbi Silalahi. Mantan Ketua Badko HMI Sumut ini menyebut perusakan itu merupakan tindakan yang tidak beradab.

"Perusakan baliho seperti ini akan membuat perpecahan tatanan berbangsa dan bernegara khususnya di Kota Medan. Karena Kota Medan adalah kota yang damai dan memiliki toleransi yang tinggi dalam menyikapi suhu politik. Kita tidak mau dengan aksi oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut akan menyebabkan masyarakat saling terpecah dan memunculkan sifat-sifat kebencian," ujar Hasbi dalam keterangannya, Selasa (9/8/2022).

Ditegaskan aktivis Sumut ini, perbedaan politik merupakan hal yang biasa. Namun begitu, tidak boleh saling menghujat apalagi sampai melakukan tindakan perusakan.

Alwi mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian tersebut dan menangkap para dalangnya sebagai ajang pembelajaran.

"Jangan nanti di kemudian hari kondisi tersebut menjadi referensi saling serang antar pendukung di tengah-tengah kehidupan masyarakat," katanya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update