Notification

×

Iklan

Kasus Kredit Macet Rp 39,5 M, Kejati Sumut Tahan Pengusaha Mujianto

Rabu, 20 Juli 2022 | 19:50 WIB Last Updated 2022-07-21T10:53:33Z
Tim Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) menahan Direktur PT Agung Cemara Realty (ACR), Mujianto, terkait dugaan korupsi kredit macet di salah satu bank BUMN.
MEDAN (Kliik.id) - 
Tim Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) menahan Direktur PT Agung Cemara Realty (ACR), Mujianto, terkait dugaan korupsi kredit macet di salah satu bank BUMN.

Kasi Penkum Kejati Sumut, Yos A Tarigan menyampaikan, Mujianto ditetapkan tersangka dan ditahan dalam perkara kredit macet yang menyebabkan kerugian negara senilai Rp39,5 miliar.

"Tim penyidik telah menemukan dua alat bukti terhadap Mujianto yang punya keterkaitan dugaan korupsi di bank BUMN, sehingga ditetapkan menjadi tersangka dan dilakukan penahanan," ujar Yos dalam keterangannya, Rabu (20/7/2022).

Yos menjelaskan, kronologi terjadi pada tahun 2011, saat itu Mujianto melakukan pengikatan perjanjian jual beli tanah kepada CS seluas 13.680 m2 yang terletak di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

"Seiring waktu berjalan, PT KAYA dengan direkturnya CS mengajukan kredit Modal Kerja Kredit Konstruksi Kredit Yasa Griya di bank itu dengan plafon Rp 39,5 miliar guna pengembangan perumahan Takapuna Residence di Jalan Kapten Sumarsono, dan menjadi kredit macet, serta diduga terdapat peristiwa pidana yang mengakibatkan kerugian keuangan negara," jelas Yos.

Kemudian, lanjut Yos, diduga dalam proses pencairan kredit tersebut tidak sesuai dengan proses dan aturan yang berlaku dalam penyetujuan kredit di perbankan. Akibatnya, ditemukan peristiwa pidana yang mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp 39,5 miliar.

Atas perbuatannya, tersangka diduga melanggar Pasal 2 Subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-2 KUHPidana jo Pasal 5 ke-1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Tersangka ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan, 20 hari ke depan sejak hari ini, Rabu (20/7/2022)," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update