Notification

×

Iklan

Jokowi Akan Bertemu Xi Jinping, Ini Harapan China

Sabtu, 23 Juli 2022 | 18:03 WIB Last Updated 2022-07-23T14:06:59Z
Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan kunjungan ke China pekan depan. Jokowi akan menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping sejak Olimpiade Musim Dingin Beijing pada bulan Februari lalu. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan kunjungan ke China pekan depan. Jokowi akan menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping sejak Olimpiade Musim Dingin Beijing pada bulan Februari lalu.

Dilansir dari South China Morning Post, Sabtu (23/7/2022), juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan kepada wartawan dalam briefing harian, bahwa Jokowi akan bertemu Xi dan juga Perdana Menteri Li Keqiang selama kunjungan dua hari mulai Senin mendatang.

"Tiongkok menantikan kunjungan Presiden Widodo untuk lebih memperdalam rasa saling percaya strategis dan kerja sama praktis antara kedua belah pihak, dan untuk membangun model yang saling menguntungkan dan situasi yang saling menguntungkan," kata Wang.

Presiden China tersebut belum melakukan pembicaraan tatap muka dengan para pemimpin asing sejak awal Februari, ketika Beijing menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin.

Kemudian, Xi mengadakan serangkaian pertemuan dengan mengunjungi Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Singapura Halimah Yacob serta para pemimpin Serbia, Mesir, Kazakhstan, Uzbekistan dan Turkmenistan.

Menurut Pang Zhongying, ketua profesor ekonomi politik internasional dan regional di Universitas Sichuan di Chengdu, kehadiran Xi di KTT para pemimpin G20 di Bali pada bulan November mendatang kemungkinan akan menjadi agenda utama pertemuan Jokowi dengan Xi Jinping.

"Jika dia (Xi Jinping) pergi [secara langsung], ini akan menjadi terobosan," kata Pang.

Xi tidak melakukan perjalanan ke luar daratan China sejak Januari 2020 - ketika dia pergi ke Myanmar - hingga kunjungan baru-baru ini ke Hong Kong untuk menandai peringatan 25 tahun serah terima Hong Kong pada 1 Juli lalu.

Pang mengatakan Indonesia berada dalam posisi sulit sebagai ketua G20 tahun ini. Para pemimpin Barat termasuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah menyerukan agar Rusia tidak dikeluarkan dari G20 sejak invasinya ke Ukraina.

Sementara Beijing dan Jakarta mengatakan grup itu bukan tempat untuk membahas masalah tersebut.

"Indonesia telah mengambil tugas khusus tahun ini [sebagai ketua G20] untuk mengoordinasikan berbagai pihak, termasuk China dan AS," kata Pang, seraya menambahkan bahwa kunjungan Jokowi "Sangat berarti bagi China". (Detik)
×
Berita Terbaru Update