Notification

×

Iklan

Gelombang Tinggi Ancam Perairan Belawan, Warga Pesisir Diminta Waspada

Selasa, 26 Juli 2022 | 09:33 WIB Last Updated 2022-07-26T16:06:25Z
Foto ilustrasi.
MEDAN (Kliik.id) - 
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan awal tentang gelombang tinggi (early warning) di Perairan Belawan, Medan Belawan, Kota Medan, Selasa (26/7/2022).

Kepala Stasiun Meteorologi Belawan, Sugiyono, mengatakan, pihaknya telah menerima informasi terkait gelombang tinggi (early warning).

Ia mengaku, pihaknya telah memberikan peringatan waspada untuk kapal-kapal yang melakukan aktivitas di perairan Belawan.

"Persoalan pola angin di Indonesia bergerak dengan kecepatan sekitar 5-30 knot dari arah selatan ke arah barat," ujar Sugiyono dalam keterangannya, Selasa (26/7/2022).

Sementara, di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur menuju Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5- 25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan selatan Jawa, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, Laut Arafuru," katanya.

Sugiyono mengungkapkan tinggi gelombang yang terjadi berkisar 1,25 hingga 2,5 meter dan termasuk kategori sedang, terjadi di Selat Malaka bagian utara dan perairan utara Sabang.

Di sisi lain, gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di Perairan barat Aceh, Perairan timur Pulau Simelu, hingga Kepulauan Mentawai berkisar setinggi 2,5 meter hingga 4 meter yang masuk ke dalam kategori tinggi.

Selain itu, BMKG sendiri juga mendeteksi gelombang yang kemungkinan terjadi di Perairan barat Pulau Simelu hingga Kepulauan Mentawai dan Samudera Hindia Barat Sumatera mencapai 4,0 hingga 6,0 atau masuk dalam kategori sangat tinggi.

Sugiyono mengingatkan untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, baik itu kepada perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir laut sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada," katanya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update