Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Salip Amerika, Cina Bakal Jadi Negara Pertama Bawa Sampel Mars

Kamis, 23 Juni 2022 | 08:27 WIB Last Updated 2022-06-23T02:01:33Z
Amerika Serikat (AS) menunda misi ke Mars untuk memboyong sampel Planet Merah ke Bumi. Sementara itu, Cina melaju menyalipnya untuk mencapai tonggak sejarah itu. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Amerika Serikat (AS) menunda misi ke Mars untuk memboyong sampel Planet Merah ke Bumi. Sementara itu, Cina melaju menyalipnya untuk mencapai tonggak sejarah itu.

Misi ke Mars pertama Cina, Tianwen-1, diluncurkan pada Juli 2020, dan mengangkut pengorbit, pendarat, dan penjelajah yang membawa total 13 buah peralatan penelitian. Pada Mei 2021, Tianwen-1 mendarat dengan selamat di dataran Mars Utopia Planitia. Penerbangan Tianwen 1 disebut-sebut sukses oleh pemerintah Cina pada akhir tahun 2021.

Dikutip dari Eurasian Times, seorang pejabat tinggi ruang angkasa di Cina telah mengkonfirmasi bahwa Cina berencana membawa batu dari Mars pada tahun 2031.

Sementara itu, NASA AS yang bekerja sama dengan Badan Antariksa Eropa ESA, sedang dalam misi yang lebih canggih untuk mengembalikan sampel dari Mars yang dikumpulkan oleh robot penjelajah Perseverance.

Menurut Sun Zezhou, perancang utama misi bulan Tianwen 1, Chang'e 3, dan Chang'e 4, jadwal Cina dua tahun lebih cepat dari misi Mars AS-Eropa yang direncanakan untuk membawa sampel Mars ke Bumi.

Pada Maret lalu, NASA mengatakan bahwa mereka akan menunda fase berikutnya dari misi "Sampel Mars" dan membagi misi pendarat menjadi dua pesawat ruang angkasa yang berbeda untuk menurunkan risiko keseluruhan program. Di bawah rencana yang direvisi, Earth Return Orbiter ESA akan diluncurkan pada 2027, dan sampelnya akan kembali ke Bumi pada 2033. 

Sample Retrieval Lander yang dipimpin NASA dan Earth Return Orbiter yang dipimpin ESA dijadwalkan diluncurkan pada 2026. Menurut rencana, pendarat akan mengumpulkan sampel Perseverance dan memasukkannya ke dalam roket yang disebut Mars Ascent Vehicle (MAV), yang akan meluncurkannya ke orbit menggunakan rover buatan ESA.

Sampel tersebut rencananya akan dikumpulkan oleh wahana pengorbit, yang akan menggunakan mekanisme pengumpulan yang disediakan NASA, dan kembali ke Bumi pada tahun 2031.

Dengan misi Amerika-Eropa berjalan lebih lambat dari yang direncanakan semula dan misi Cina berpotensi lebih cepat dari jadwalnya, Cina bisa menjadi negara pertama yang membawa batu dari Mars ke Bumi. (Detik)
×
Berita Terbaru Update