Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

DKI Catat 21 Orang Diduga Terjangkit Hepatitis Misterius

Rabu, 11 Mei 2022 | 17:58 WIB Last Updated 2022-05-11T19:02:48Z
Foto ilustrasi
JAKARTA (Kliik.id) - 
Hari ini Pemprov DKI Jakarta mencatat 21 orang diduga terjangkit hepatitis akut misterius. Kini 21 orang tersebut sedang dalam proses penyelidikan epidemiologi.

"Seperti yang disampaikan kemarin, data sementara ada 21 kasus yang diduga terkait hepatitis akut. Namun ini masih dalam proses penyelidikan epidemiologi," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di kantor Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Riza mengatakan 21 orang itu termasuk dalam tiga orang korban yang meninggal. Dia berharap tidak ada lagi korban kasus hepatitis tersebut. Kemudian dia menyebut penyakit tersebut tidak hanya menjangkit anak-anak, tapi juga orang dewasa.

Riza mewanti-wanti supaya masyarakat tidak abai terhadap protokol kesehatan (prokes) untuk memutus mata rantai penularan.

"Kedua, terkait dengan hepatitis akut ini, kita minta khususnya anak-anak yang mudah terjangkit untuk ditunda dulu bermain di tempat-tempat umum, seperti kolam renang bersama. Kegiatan anak-anak kan suka bermain di tempat-tempat indoor segala macam, termasuk seperti juga kami sampaikan umpamanya menggunakan megang railing, itu kan dipakai orang," jelas Riza.

"Tempat-tempat atau benda-benda yang digunakan bersama itu tolong dihindari, termasuk makan ke tempat makan bersama juga dihindari," sambungnya.

Warga Diminta Periksa Jika Ada Gejala Awal

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mencatat ada tiga pasien anak meninggal dunia diduga terpapar penyakit hepatitis akut. Masyarakat diminta memeriksakan diri bila mendapati gejala awal hepatitis ini.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara (Sudinkes Jakut) dr Arief Wahyudi menganjurkan pasien yang memiliki gejala awal hepatitis tidak menunggu kemunculan gejala lanjutan bila ingin memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit (RS). Jadi dokter bisa lebih cepat menemukan gejala klinis penyakit tersebut.

"Pemeriksaan laboratorium penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis hepatitis dan menggali riwayat pasien sebelum sakit," imbuh Arief seperti dilansir Antara, Rabu (11/5/2022).

Gejala dan Langkah Penanganan

Arief juga menerangkan sejumlah gejala hepatitis, di antaranya:

1. Gejala awal: mual, muntah, diare berat, demam ringan

2. Gejala Lanjut: air kencing berwarna pekat seperti teh, feses berwarna putih pucat, warna mata dan kulit menguning, gangguan pembekuan darah, kejang dan kesadaran menurun.

Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada. Langkah penting penanganan hepatitis akut antara lain:

1. Waspada gejala awal, seperti diare, mual, muntah, sakit perut, dan dapat disertai demam ringan

2. Jika muncul gejala awal, jangan panik. Segera bawa pasien ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan

3. Jangan menunggu muncul gejala lanjutan, seperti kulit dan mata kuning, agar tidak terlambat

4. Jika terjadi penurunan kesadaran, segera bawa pasien ke rumah sakit dengan fasilitas Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ ICU) Anak.

(Detik)
×
Berita Terbaru Update