Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Arab Saudi Umumkan 1 Syawal 1443 Hijriah Jatuh pada Senin 2 Mei

Minggu, 01 Mei 2022 | 09:52 WIB Last Updated 2022-05-01T03:57:19Z
Jamaah haji dengan menjaga jarak dan mengenakan masker melakukan Tawaf di Kota Suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (20/7/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS)
RIYADH (Kliik.id) - 
Arab Saudi sudah mengumumkan bahwa 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh di tanggal 2 mei 2022. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Pengadilan Kerajaan Arab Saudi.

Berdasarkan data Mahkamah Agung Arab Saudi, hari Minggu 1 April 2022 akan menjadi hari terakhir bulan suci Ramadhan. Namun, Mahkamah Agung mengatakan bulan Syawal belum juga nampak.

Oleh karena itu, telah diumumkan bahwa hari Senin (2/5/2022) menjadi 1 Syawal 1443 Hijriah dengan mengikuti kalender UMM Al-Qura.

"Mahkamah Agung telah mengucapkan selamat kepada Penjaga Dua Masjid Suci, Putra Mahkota Kerajaan, seluruh warga, penduduk, dan umat Islam atas kedatangan Idul Fitri yang diberkati," ucap Mahkamah Agung Arab Saudi, dilansir dari Saudi Gezatte, Minggu (1/5/2022).

Sebelumnya, hilal bulan Syawal dilaporkan tidak bisa dilihat dari observatorium Tamir atau dari observatorium Universitas Majmaah saat pengamatan di Hautat Sudair pada Sabtu (29/4/2022).

Kemudian, beberapa negara Teluk lainnya, seperti Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar dan Bahrain juga telah membuat pengumuman yang sama. Mereka akan merayakan Lebaran 2022 pada Senin.

Waktu Idul Fitri ditentukan oleh penampakan bulan sabit, sesuai dengan kalender lunar Muslim.

Di Indonesia, penentuan 1 Syawal atau Idul Fitri 1443 H akan diputuskan dalam Sidang Isbat yang digelar hari Minggu ini. Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menggelar Sidang Isbat di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI Jakarta.

Dilansir dari laman resmi Kemenag RI, secara hisab semua sepakat bahwa Sidang Isbat jatuh di hari Minggu (1/5/2022) atau pada 29 Ramadan 1443 H.

Nantinya, pelaksanaan Sidang Isbat akan diawali penjelasan posisi hilal oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan penjelasan hasil rukyatul hilal di 99 titik di Indonesia.

Baru kemudian akan dilaksanakan penetapan 1 Syawal 1443 H dengan mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat. Bagi masyarakat Tanah Air yang ingin menyimak jalannya Sidang Isbat, bisa melihat di saluran televisi yang ada di Indonesia.

Masyarakat juga bisa melakukannya dengan membuka live streaming melalui YouTube Kemenag, Fanpage Kemenag, Instagram Kemenag, dan YouTube Bimas Islam Kemenag. (Kilat/Rls)
×
Berita Terbaru Update