Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Usai Pesta Miras, 2 Anak Punk Tewas Tergeletak di Jalanan Deliserdang

Rabu, 20 April 2022 | 16:39 WIB Last Updated 2022-04-20T16:52:58Z
Dua anak punk menenggak minuman beralkohol yang dicampur minuman kaleng di Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, Rabu, (20/4/2022). 
DELISERDANG (Kliik.id) - 
Dua orang anak punk meninggal diduga overdosis usai pesta minuman keras (miras) di Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, Rabu (20/4/2022).

Kedua korban yakni Hendro Sugiarto alias Borjong (20) yang tercatat sebagai warga Kampar, Provinsi Riau dan Ahmad Alias Amat (24), warga Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Sementara satu orang rekannya, Erianto alias Eri (21) warga Kabupaten Kampar, Riau, masih dirawat di rumah sakit.

Kapolres Batang Kuis, AKP Simon Pasaribu menjelaskan, pihaknya saat ini sudah memeriksa beberapa orang saksi.

Selain masyarakat, ada dua orang rekan korban yang ikut diperiksa yakni Faisal Nasution, warga Desa Kolam, Percut Seituan dan Akbar Muhammad, warga Desa Bandar Setia, Percut Seituan.

Simon menjelaskan, kasus ini berawal dari adanya laporan dari masyarakat yang melihat korban tergeletak di Jalan Medan-Batang Kuis, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batang Kuis, tepatnya di jembatan Sei Rotan.

"Jadi kronologisnya itu tadi pagi jam 08.00 WIB penemuannya. Pertama diterima informasi adanya 1 orang meninggal dunia di jembatan Sei Rotan dan ditemukan bersama dua orang temannya yang posisinya terbaring di atas aspal. Dua orang tergeletak dan 1 duduk lemas dengan kondisi sakit di bagian perut," ujar Simon.

Setelah pihak kepolisian datang ke lokasi, kata Simon, benar ditemukan korban bernama Hendro sudah meninggal dunia. Sementara, Ahmad alias Amat masih ditemukan dalam kondisi bernafas meskipun tergeletak. Erianto saat ini masih mengalami sakit perut.

"Korban langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis, tapi sesampainya di Puskesmas Batang Kuis, Ahmad ini meninggal. Yang satu lagi temannya masih kritis dan masih mendapat pertolongan," kata Simon.

Menurut Simon, kasus ini masih didalami. Dari hasil pemeriksaan sementara, ternyata pada Selasa malam pukul 22.00 WIB korban yang merupakan komunitas anak punk bersama dengan teman-temannya meminum alkohol 96 persen. Saat itu ada 6 orang yang ikut minum.

"Mereka minumnya di pinggir jalan depan SPBU Batang Kuis. Alkohol 96 persen yang diminum dicampur minuman Tebs. Dari hasil pemeriksaan alkohol itu dibeli oleh Ahmad dan dicampur minuman Tebs dan diminum bersama," kata Simon.

Karena sekira pukul 06.00 WIB, SPBU Batang Kuis sudah kembali buka dan beroperasi, lanjut Simon, korba pindah menuju ke arah Sei Rotan. Mereka menaiki becak bermotor vespa yang sudah dimodifikasi dengan hiasan botol botol plastik.

"Di atas jembatan Sei Rotan berhenti dan tidur di pinggir jalan. Disitulah tidak lama kemudian korban dan temannya ini mulai mengalami sakit perut dan mengakibatkan dua meninggal dunia. Korban yang tewas sudah kita bawa ke RS Bhayangkara Medan untuk otopsi," kata Simon.

Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian yakni 1 botol platik kosong alkohol 96 persen warna biru, 1 botol plastik minuman Tebs dan 1 becak bermotor vespa yang sudah dimodifikasi. (Rls)
×
Berita Terbaru Update