Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Kapolda Sumut Tantang Premanisme dan Pelaku Kejahatan: Tindak Tegas!

Selasa, 26 April 2022 | 00:50 WIB Last Updated 2022-04-26T01:54:50Z
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memimpin konferensi pers di Polrestabes Medan.
MEDAN (Kliik.id) - 
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menegaskan akan menindak tegas kepada pelaku kejahatan dan premanisme.

Penegasan itu disampaikan Panca saat memimpin konferensi pers pengungkapan kasus kejahatan jalanan dan premanisme di halaman apel Polrestabes Medan, Senin (25/4/2022) sore.

Sebanyak 135 pelaku premanisme dan kejahatan di jajaran Polda Sumut dan Polrestabes Medan berhasil ditangkap, termasuk pelaku begal di Medan Labuhan yang menewaskan seorang pria di depan anak dan istrinya yang tengah hamil.

"Saya ingatkan, siapapun yang melakukan kejahatan dan premanisme di wilayah hukum (Wilkum) Polda Sumut akan saya tindak tegas," ujar Panca dalam konferensi pers yang turut dihadiri Wali Kota Medan, Bobby Nasution dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda ini.

Panca mengatakan dirinya akan membabat habis pelaku kejahatan dan premanisme yang sudah membuat masyarakat menjadi resah dan tidak nyaman.

Panca mengaku, Kota Medan merupakan pusat ekonomi di Sumut. Sehingga rasa aman harus dirasakan oleh warganya.

Berbagai langkah akan terus dilakukan dalam memberikan pengamanan untuk meredam preman yang melakukan pungli kepada masyarakat dan kepada pelaku kejahatan khususnya kejahatan jalanan.

Karena itu, Panca meminta personel jangan takut menghadapi preman yang membuat resah masyarakat.

"Kalau sudah meresahkan masyarakat, tangkap dan beri tindakan tegas serta proses," ucapnya.

Panca akan meningkatkan operasi premanisme dan pungli tidak hanya jelang lebaran Idul Fitri mendatang. Namun dilakukan seterusnya kedepan.

"Kedepannya operasi premanisme terus dilakukan di Kota Medan dan daerah lain di Sumut," ujarnya.

Sebelum melakukan Operasi Ketupat Toba 2022, kata Panca, para preman yang merasakan dirinya preman harus sadar diri dan bekerja dengan aturan yang berlaku di Kota Medan.

"Jangan coba-coba ganggu masyarakat yang merayakan lebaran," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update