Notification

×

Iklan

Ternyata 7 Oknum TNI dan 5 Polisi Terlibat Kasus Keji Kerangkeng Maut, Ini Nama-namanya

Kamis, 10 Maret 2022 | 16:50 WIB Last Updated 2022-03-10T09:50:03Z
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengungkap keterlibatan 12 oknum TNI/Polri pada kasus kerangkeng maut Bupati Nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin. (Foto: Tribun Medan)
MEDAN (Kliik.id) - 
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) membongkar adanya keterlibatan 7 oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan 5 oknum anggota kepolisian republik Indonesia (Polri) terlibat dalam kasus kerangkeng maut milik Bupati nonaktif Pangkat, Terbit Rencana Paranginangin. 

Ke-12 oknum abdi negara ini jelas-jelas mencoreng lembaga bermarwah yang menaunginya, TNI dan Polri. Profesi super mulia yang semestinya menaungi rakyat banyak.

LPSK sendiri menuturkan jumlah pelaku keji itu bertambah dari dugaan sebelumnya selaras hasil investigasi yang dilakukan LPSK.

"Adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI dan Polri dalam kasus kerangkeng manusia Bupati Langkat non aktif Terbit Rencana Perangin Angin (TRP). Dari hasil investigasi, LPSK berkeyakinan jumlah oknum anggota TNI dan Polri yang terlibat bertambah," ujar Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu dilansir dari Tribun Medan, Kamis (10/3/2022).

Sesuai fakta investigasi LPSK mencatat 7 oknum prajurit TNI dan 5 anggota Polri terlibat dalam kasus kerangkeng manusia milik Terbit. Salah satu anggota TNI yang diduga terlibat aadalah Letkol WS, yang merupakan rekan Terbit.

"Ada Letkol Inf WS, Peltu SG, Serma R, Serka PT, Sertu LS, Sertu MFS, dan Serda S alias WN. Letkol Inf WS merupakan rekan bisnis Bupati Langkat. Sedangkan, Peltu SG terlibat menganiaya penghuni kerangkeng, Serma S bertugas sebagai pengawas dan pengaman judi togel milik Bupati Langkat," ujar Edwin.

Edwin mengatakan anggota TNI Sertu LS dan Serda MFS terlibat langsung penganiayaan penghuni kerangkeng. Saat ini para anggota TNI sudah dalam proses pemeriksaan.

"Sertu LS terlibat penganiayaan penghuni kerangkeng yang kabur kemudian tertangkap, Sertu MFS terlibat sebagai tim pemburu penghuni kerangkeng yang kabur, Serda WN terlibat menganiaya penghuni," ujarnya.

Edwin mengatakan 5 polisi juga terlibat dalam kasus kerangkeng manusia disana. Salah satunya adalah AKP HS yang juga merupakan saudara Terbit.

Selain perbudakan, penghuni kerangkeng juga mengalami penyiksaan termasuk oleh oknum TNI dan Polisi.

"Bripda ES menjemput penghuni kerangkeng dan melakukan penganiayaan. Kami belum mendapat informasi apakah sudah dilakukan proses pemeriksaan terhadap anggota Polri ini atau belum," tutupnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update