Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Kapan RI Masuk Endemi COVID-19? Menkes Bilang Begini

Jumat, 18 Maret 2022 | 19:58 WIB Last Updated 2022-03-18T17:02:01Z
Menkes Budi Gunadi Sadikin.
JAKARTA (Kliik.id) - 
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan mengubah status pandemi ke endemi butuh banyak pertimbangan. Salah satunya kesiapan masyarakatnya.

"Perlu saya kasih tahu ya, pandemi menjadi endemi itu virusnya nggak hilang, masih ada. Nanti baru dieliminasi. Tapi endemi dan pandemi sama-sama virusnya ada, menular ya menular. Cuma bedanya apa? Masyarakatnya lebih siap," ujar Budi di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (18/3/2022).

Dia menjelaskan arti 'masyarakat lebih siap' adalah mereka sudah mengetahui solusi untuk mengatasi virus COVID. Misalnya, jika mengalami gejala COVID, mereka berinisiatif melakukan swab test antigen/PCR secara mandiri.

"Kesadaran masyarakat terhadap prokes yang cocok untuk suatu pandemi menurut saya itu teramati setiap transisi ke pandemi ke endemi itu terjadi," jelas Budi.

"Kalau merasa sudah nggak enak badan atau mau tes PCR atau antigen nah itu ciri-ciri budaya masyarakat sudah paham prokes dengan baik. Nah itu ciri-ciri endemi. Terima kasih," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan mengubah status pandemi ke endemi butuh banyak pertimbangan. Budi mengatakan endemi dan pandemi hanya berbeda nama.

"Pandemi menjadi endemi banyak faktor pertimbangan. Kalau kita lihat sejarah pandemi di dunia, yang nggak pernah faktor kesehatan saja," kata Budi usai mengisi Seminar bertajuk 'Recover Together, Recover Stronger: G20 dan Agenda Strategis Indonesia' di Balai Senat UGM, Sleman, DIY, seperti dilansir detikJateng, Kamis (17/3/2022).

Menkes menjelaskan mengubah pandemi menjadi endemi harus memikirkan faktor sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Selain itu, di sektor kesehatan, para ahli mengatakan syarat pendemi Corona menjadi endemi, antara lain Indonesia harus di level 1 transmisi WHO selama 3-6 bulan.

"Satu kalau bisa diusahakan itu Indonesia level 1 antara 3-6 bulan stabil. Level 1 transmisi WHO berdasarkan laju penularan yang dirawat di rumah sakit dan laju kematian," ucapnya.

Selanjutnya, kata Budi, tingkat penularan kasus Corona di Indonesia harus di bawah 1 dalam standar WHO selama 3-6 bulan. Kemudian vaksinasi sudah harus dua dosis dengan cakupan minimal 70 persen dari populasi. (Detik)
×
Berita Terbaru Update