Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Cerita Megawati Dianggap Aneh karena Urusi Makanan-Tanaman

Senin, 28 Maret 2022 | 16:07 WIB Last Updated 2022-03-28T18:12:01Z
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
JAKARTA (Kliik.id) - 
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bercerita bahwa dirinya kerap dianggap aneh oleh masyarakat. Sebab, sebagai seorang ketum partai, Megawati mengurusi hal di luar politik, dari makanan hingga tanaman.

"Jadi mungkin saya sering kali mendengar Ibu Mega itu sebagai ketua umum kok aneh gitu. Anehnya bukannya ngurusi politik, kenapa sampai ngurusi makanan, ngurusi tanaman, dan lain sebagainya," kata Megawati dalam siaran virtual 'Demo Memasak Tanpa Minyak Goreng' di akun YouTube PDIP, Senin (28/3/2022).

Menurut Megawati, politik bukan hanya soal politik, tapi memiliki arti luas. Dia mengatakan politik bagian dari kehidupan.

"Jadi mungkin pada rapat kita yang diperluas saya mengatakan politik bukan politik. Tapi politik itu sebetulnya bagian daripada kehidupan. Kita bisa mengerti politik kalau kita sendiri sangat menghayati kehidupan," ucapnya.

Presiden RI ke-5 ini mengatakan bahwa makna itu didapat dari Sukarno, ayahnya, yang disebut sebagai guru politiknya. Sukarno, kata Megawati, menganggap politik itu harus 'kenyang'.

"Kalau saya ditanya, lalu dari siapa ibu bisa berpikiran seperti itu, guru saya kan Bung Karno. Ayah saya orang boleh suka, tidak suka, tapi beliaulah bapak bangsa. Kebetulan alhamdulillah saya salah satu anaknya dan sering mendapatkan masukan langsung," ujarnya.

"Jadi dalam hal ini pertanyaan yang tidak akan pernah saya lupakan adalah ketika saya bertanya pada ayah saya. Sebenarnya kalau berpolitik itu yang paling penting untuk rakyat sebetulnya apa toh bapak. Beliau dengan enteng mengatakan yang namanya perut harus kenyang. Saya bertanya politik saya pikir akan mendapatkan sebuah masukan yang berat. Beliau kok bilangnya enteng yang paling penting adalah perut itu harus kenyang," lanjut Megawati.

Megawati lantas mengaku baru bisa mencerna makna politik tersebut ketika dia dewasa. Menurutnya, pembahasan apa pun bisa dilakukan asalkan kondisi perut harus kenyang.

"Tentu waktu itu saya tidak bisa mencernakannya dengan baik, tetapi setelah makin besar makin dewasa saya mulai sangat mengerti. Tentu, karena saya dapat merasakan kalau saya lapar saja untuk mengerjakan PR sekolah itu rasanya susah sekali," ucapnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update