Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Premanisme di Batubara Sumut Viral, Supir Truk CPO Distop dan Dipaksa 'Kencing'

Rabu, 12 Januari 2022 | 17:07 WIB Last Updated 2022-01-12T15:31:14Z
Screenshot video viral.
BATUBARA (Kliik.id) - 
Aksi premanisme terjadi di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Sekelompok preman terekam kemera tengah menghadang sejumlah truk pengangkut pembawa minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Desa Sei Suka, Batubara.

Dalam sebuah video yang ramai dibagikan di media sosial, terlihat jelas dua orang pria memfoto dan mengancam supir truk karena tidak mau diberhentikan.

"Kau ku foto kau ya, kaya ga lewat lintas sini aja kau. Kalau apa kau berhenti jangan kau kencang-kencang. Sengaja kau jalan dari sana kencang kaukan. Yang lain bisa berhenti, kenapa kau enggak mau berhenti," ujar seorang pria dalam video.

Tak mau kalah, supir truk tersebut juga memvideokan preman yang menghadangnya di tengah jalan.

"Ada mobil, kalau aku berhenti ketabrak. Dia main masuk aja," kata si perekam video.

Sadar dengan kamera, preman tersebut bergegas pergi dan mengancam supir truk untuk berhati-hati bila melintas di Kabupaten Batubara.

"Awas kau ya, hati-hati kau. Kutandai kau," ujar preman tersebut sembari meninggalkan truk.

"Tolonglah, ga bisa diambil ini ketua. Aku juga mau duit, tapi ini ga bisa," kata supir.

Meskipun sudah memohon, mobil truk tetap tidak diberikan jalan dan dipaksa untuk masuk kedalam gudang dan mengeluarkan isi tangki.

Dari kejauhan terlihat, seorang rekan lainnya juga memberhentikan truk kuning dan memaksanya untuk mengeluarkan isinya. Namun, lantaran tidak berisi muatan, truk tersebut diberi izin jalan.

"Gak bisa bang, aku minta tolong kali gak bisa bang," kata supir.

Kasat Reskrim Polres Batubara, AKP Fery Kusnadi mengaku pihaknya tengah mengejar pelaku.

"Kami sudah menyebar mencari para pelaku," ujar Fery saat dikonfirmasi, Rabu (12/1/2022).

Fery meminta agar masyarakat melaporkan kejadian seperti ini ke polisi.

"Kalau ada yang mengganggu, laporkan ke kami, dan akan kami tindak," katanya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update