Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

POBSI Sumut Sesalkan Tindakan Coky Bawa Kasus Penjeweran ke Polisi

Rabu, 05 Januari 2022 | 15:06 WIB Last Updated 2022-01-06T03:11:08Z
Ketua Umum POBSI Sumut, Salomo TR Pardede dan Pelatih Kepala POBSI Sumut, Achmad Fadil Nasution.
MEDAN (Kliik.id) - 
Ketua Umum Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Indonesia (POBSI) Sumut, Salomo TR Pardede menyesalkan tindakan pelatih biliar Coky Aritonang yang membawa kasus jewer telinga yang dilakukan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, ke ranah hukum.

"Seharusnya kasus jewer telinga itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan," ujar Salomo kepada wartawan di Medan, Rabu (5/1/2022).

Salomo mengaku dirinya tidak menyangka kasus itu dilaporkan ke polisi. Sebab sebelumnya kasus itu tidak pernah dikonsultasikan Coky kepada dirinya maupun POBSI Sumut.

"Tapi itu urusan dialah karena itu memang haknya. Namun, saya meminta agar kejadian yang dialami Coky tidak dikait-kaitkan dengan POBSI Sumut sebab hal itu adalah persoalan pribadi dia," katanya.

Namun sebagai Ketua POBSI Sumut, Salomo merasa terganggu dengan viralnya kasus yang berujung pada laporan kepolisian itu. Padahal seharusnya bisa cepat diredam seandainya semua pihak bisa dengan kepala dingin menyikapinya.

Terkait jeweran Edy Rahmayadi kepada Coky, kata Salomo, sebenarnya merupakan kedekatan antara ayah dengan anak.

"Tapi itulah, Coky menanggapi dengan serius. Saya tidak membela Gubsu tapi kalau kita jujur gaya dan style kepemimpinan Edy Rahmayadi memang begitu, kita harus maklum," jelasnya.

Bahkan menurut Salomo, Edy Rahmayadi pernah menyebutkan bahwa aksi tersebut merupakan jeweran sayang. Ia tidak menyangka persoalannya panjang dan melebar kemana-mana hingga sekarang.

"Lagipula upaya mediasi sudah dilakukan KONI Sumut dan POBSI Sumut kepada Coky agar persoalan tersebut tidak terlalu diangkat ke permukaan, namun Coky tetap dengan pendiriannya membawa ke ranah hukum," katanya.

Sementara, Ketua Harian Pengprov POBSI Sumut yang juga Pelatih Kepala POBSI Sumut, Achmad Fadil Nasution, mengatakan kasus yang dialami Coky harus dipisahkan dengan keberadaan Pengprov POBSI Sumut secara organisasi.

"Kasus Coky adalah persoalan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan POBSI secara organisasi. Kami dalam hal ini tidak berkewajiban melakukan pembelaan terhadap Coky secara organisasi," kata Fadil. 

Baik Fadil maupun Salomo telah memberikan saran kepada Coky untuk "cooling down" dan melakukan upaya mediasi, namun Coky tetap pada pendiriannya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update