Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Pelatih Biliar Dijewer, Kenapa PSMS Medan Tak Ada Prestasi Tak Dijewer?

Sabtu, 08 Januari 2022 | 09:38 WIB Last Updated 2022-01-08T04:42:02Z
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menjewer pelatih biliar Coky Aritonang.

MEDAN (Kliik.id) - 
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi akhir-akhir ini tengah ramai diperbincangkan karena berseteru dengan pelatih billiar, Coky Aritonang yang berbuntut pelaporan ke polisi.

Perseteruan bermula saat Coky dijewer telinganya di depan umum oleh Edy Rahmayadi, saat acara pembagian bonus atlet peserta PON XX Papua di rumah dinas Gubernur Sumut, pada Senin (27/12/2021) lalu.

Dalam polemik ini, Ketua PSMS Medan Fans Club (PFC), Hendra Manatar Sihaloho, angkat bicara.

Hendra menyayangkan sikap dan perbuatan Edy Rahmayadi yang menjewer pelatih berprestasi. Namun, yang tidak berprestasi seperti klub sepakbola PSMS Medan, tidak dijewer.

"Itu pelatih punya prestasi dan dijewer. Tapi yang tidak punya prestasi tidak dijewer, seperti pelatih klub sepakbola PSMS," ujar Hendra kepada wartawan, Sabtu (8/1/2022).

Hendra mencontohkan PSMS Medan yang gagal menembus Liga 1 yang mana Edy Rahmayadi merupakan pembina klub PSMS Medan.

"Kita singkronkan dengan PSMS yang tidak punya prestasi, justru tidak pernah dijewer sama sekali. Kalau kita sebagai pembina, itu yang kita bina. Saya belum pernah dengar pengurus PSMS dijewer," jelasnya.

Menurut Hendra, perlakuan semena-mena Edy Rahmayadi itu bukan kali pertama. Pada tahun 2018 lalu, rekan-rekannya di PFC pernah ditampar Edy saat menonton laga PSMS di Stadion Teladan, Medan.

Hendra mendukung langkah Coky Aritonang yang menempuh jalur hukum agar ada efek jera. Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi karena bakal merugikan semua pihak.

"Ini bukan pertama kali kejadian. Kawan-kawan PFC juga pernah ditampar saat nonton PSMS karena mengkritisi manajemen PSMS. Tapi itu sudah dimediasi. Kasus jewer ini yang kedua. Maunya jangan sampai tiga kali," katanya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update