Notification

×

Iklan

Pakar IDI Minta Pemerintah Lebih Serius Tangani Omicron

Kamis, 13 Januari 2022 | 09:04 WIB Last Updated 2022-01-13T08:07:46Z
Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mendorong pemerintah lebih serius dalam menangani kasus varian Omicron di Indonesia. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mendorong pemerintah lebih serius dalam menangani kasus varian Omicron di Indonesia.

Menurutnya, lebih baik melakukan penanganan terhadap varian Omicron di awal daripada kewalahan di akhir.

"Jauh lebih baik Omicron ini ditangani di awal, jangan longgar. Sehingga menyelamatkan fasilitas kesehatan dan ekonomi. Bismillah," kata Zubairi melalui cuitan di akun twitter pribadinya @ProfesorZubairi, Kamis (12/01/2022).

"Omicron itu bak puncak gunung es. Kita tak tahu seberapa besar di bawah permukaannya. Belum lagi Delta yang masih 'mengambang' dan tetap mengancam," lanjut Zubairi.

Sebelumnya, Zubairi juga menyentil warga yang masih nekat berwisata ke luar negeri di tengah ancaman Omicron. Belakangan, kasus Omicron di Indonesia memang meningkat pada pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Tambahan informasi, Pemerintah mencatat tambahan 92 kasus varian Omicron pada Senin (10/1/2022), menjadikan total 506 orang terinfeksi. Di antara kasus tersebut, ada 84 pasien Omicron lain merupakan transmisi atau penularan lokal.

Adanya penambahan kasus, membuat Menkes Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti warga terhadap penularan Omicron. Terlebih ciri-ciri varian ini adalah menyebar dengan sangat cepat dibandingkan varian sebelumnya.

"Pasti akan ada kenaikan kasus yang cukup tinggi dan cukup cepat. Kita harus waspada dan hati-hati, kita harus siaga," kata Menkes dalam konferensi pers, Rabu (12/1/2022). (Detik)
×
Berita Terbaru Update