Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Megawati Cerita PDIP Awal Mula Jadi Partai Wong Cilik dan Partai Sendal Jepit

Senin, 10 Januari 2022 | 11:53 WIB Last Updated 2022-01-10T09:37:53Z
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menceritakan perjuangan PDIP sebagai partai wong cilik. Megawati bercerita dari mulai ayahnya, Sukarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI). (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menceritakan perjuangan PDIP sebagai partai wong cilik. Megawati bercerita dari mulai ayahnya, Sukarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).

"Beliau mendirikan Partai Nasional Indonesia dan kekuatan inilah yang dibangkitkan PNI sebagai partai pelopor. Kekuatan yang terbukti begitu dahsyat sebagai jalan mencapai Indonesia merdeka. Saya tidak terbayangkan pada waktu itu sebelum terorganisir," kata Megawati.

Megawati bercerita ketika bertemu orang yang menanyakan apakah betul dirinya anak Bung Karno. Megawati membenarkan dan dia melihat mata yang bersinar-sinar dari orang tersebut.

Lalu Megawati menceritakan tentang masa kampanye saat itu. Dia mengaku Partainya selalu mendapat lapangan kecil karena dianggap partai wong cilik atau partai sandal jepit.

"Setelah itu ketika kan karena pemilu kan kampanye ya, jadi saya mulai melihat dari kita selalu diberi lapangan yang kecil karena dianggap PDI itu kecil. Dibilang partai wong cilik, partai sandal jepit," ujar Megawati.

Megawati mengatakan saat itu PDI hanya punya 28 kursi di DPR. Lapangan kecil itu pun pada akhirnya tidak muat lagi karena PDI mulai berkembang.

"Waktu itu kalau nggak salah di DPR hanya 28 anggota pada waktu itu. Tapi setelah itu tidak cukup lagi namanya kami diberi lapangan yang kecil-kecil karena kenapa? Saya sendiri mulai berpikir karena mulai datang truk penuh dengan anak muda tetapi di belakangnya saya selalu melihat 2 atau 3 orang tua," kata Megawati.

"Jangankan nama, tapi saya tahu ini pasti mereka yang datang dari kalangan PNI yang waktu itu mengatakan kepada saya,
'Teruskan Jeng Mega, kami bantu'. Hanya begitu. Dan begitulah akhirnya terus menerus karena ternyata mereka itu mengorganisir," ujar Megawati.

Megawati menyebut mengorganisir bukanlah hal mudah. Megawati mengatakan jika punya dedikasi, ikatan tersebut tak akan lepas.

"Sehingga dengan demikian saya bisa menjadi anggota DPR dan pada waktu itu kalau tidak salah naiknya 100 persen menjadi 53 anggota DPR," katanya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update