Notification

×

Iklan

Kejatisu Tangkap DPO Korupsi Mantan Kadis PUPR Siantar di Kos-kosan Bandung

Kamis, 27 Januari 2022 | 11:48 WIB Last Updated 2022-01-27T06:51:31Z
Mantan Kadis PUPR Siantar yang ditangkap Kejatisu.
MEDAN (Kliik.id) - 
Tim Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) mengamankan terpidana kasus korupsi, Jhonson Tambunan yang merupakan mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pematangsiantar.

Jhonson ditangkap di kos-kosannya di Jalan Sarimanah X, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/1/2022) pukul 22.30 WIB.

Jhonson diamankan terkait eksekusi putusan kasasi MA No 965 K/PID/2003 tanggal 23 Desember 2004. Ia diputus pidana penjara 1 tahun akibat bersalah dalam korupsi proyek bangunan dan Revitalisasi Pasar Tojai Siantar Martoba tahun 1999 dengan nilai proyek sebesar Rp 451.159.500.

"Terpidana menyalahgunakan kewenangannya atau jabatannya untuk menguntungkan orang lain dengan menyatakan pekerjaan telah selesai 100 persen pada tanggal 31 Januari 2001 ke Pemko Pematangsiantar. Padahal hasil pekerjaan tidak sesuai kontrak, sehingga negara dirugikan Rp18.537.031,67," ujar Kasi Penkum Kejatisu Yos A Tarigan dalam keterangannya, Kamis (27/1/2022).

Lebih lanjut, Yos menyampaikan bahwa terpidana ini sudah ditetapkan DPO sejak 2004 dan saat diamankan terpidana tidak melakukan perlawanan.

Diketahui, pada 24 Maret 2003 Majelis Hakim PN Pematangsiantar dalam putusan No 111/Pid.B/2002/PN-PMS telah menjatuhkan putusan bebas terhadap terpidana Jhonson Tambunan.

Kemudian JPU menyatakan kasasi dan menyerahkan memori kasasi pada 16 April 2003 kepada Mahkamah Agung (MA). MA membatalkan putusan PN Siantar dan menyatakan Jhonson Tambunan terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi melanggar Pasar 2 UU No.31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Kini terpidana masih dalam perjalanan dan akan tiba di Bandara Kualanamu pada pukul 18.00 WIB nanti, selanjutnya akan kita serahkan ke Kejari Pematangsiantar untuk diproses dan menjalani hukuman sesuai dengan putusan MA tadi," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update