Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

DPR Minta Izin Praktik Dokter Suntik Vaksin Kosong Dicabut

Sabtu, 22 Januari 2022 | 08:46 WIB Last Updated 2022-01-22T04:30:45Z
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris.
JAKARTA (Kliik.id) - 
Seorang dokter berinisial G kepergok menyuntikkan vaksin kosong ke siswa SD di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Komisi IX DPR meminta dokter G dihukum seberat-beratnya.

"Dinas Kesehatan dan organisasi profesi juga harus memberikan sanksi terhadap oknum dokter tersebut. Bisa saja dalam bentuk pencabutan izin praktik," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris, kepada detikcom, Jumat (21/1/2022).

"Apalagi kalau terbukti ada unsur kesengajaan. Kalaupun ini adalah sebuah kelalaian, dokter G tidak layak diberikan kesempatan untuk melanjutkan praktek kedokteran.," imbuhnya.

Charles menyebut penegak hukum harus menindaklanjuti masalah ini. Apabila sengaja menyuntikkan vaksin kosong, maka dokter G harus diproses hukum.

"Tenaga kesehatan khususnya dokter memiliki tanggung jawab yang besar dalam upaya penanganan Covid-19. Kami berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Covid-19 tidak main-main dalam menjalankan tugasnya," jelas Charles. 

Waketum Gerindra Putih Sari mengungkapkan hal senada. Penyelidikan harus menyeluruh, termasuk apakah dokter G sengaja atau murni lalai.

"Kalau terbukti ada unsur kesengajaan harus dihukum berat karena sama saja menghambat upaya pemerintah mengakhiri pandemi. Kalaupun karena kelalaian tetap ada sanksi yang ringan supaya menjadi pembelajaran para vaksinator lain dalam melaksanakan vaksinasi menjadi lebih berhati-hati," tutur Putih.

Putih menambahkan perlunya ada pengawasan yang lebih ketat lagi dalam pelaksanaan vaksinasi.

"(Serta) membuat sistem yang terstandar bagi para vaksinator agar meminimalisir insiden-insiden seperti ini terulang lagi," lanjutnya.

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo angkat bicara terkait hal ini. Ia sangat menyayangkan betul penyuntikan vaksin kosong dilakukan oleh tenaga kesehatan.

"Ini tidak bisa didiamkan, ini harus ditindaklanjuti, harus didalami secara tuntas," tutur Rahmad.

Sebelumnya diberitakan, video yang menunjukkan vaksin kosong disuntikkan ke anak SD di Medan viral. Polisi pun turun tangan menyelidiki kasus ini.

Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan peristiwa viral itu terjadi pada 17 Januari 2022 saat digelar vaksinasi di Dr Sutomo Medan. Saat itu ada 500 anak yang dijadwalkan akan disuntik.

Tatan mengatakan pihaknya masih memproses hal ini. Dia menyebut pihaknya berkoordinasi dengan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menyelesaikan kasus ini.

"Ini tetap berproses, kami menindaklanjuti dari video viral yang beredar," tuturnya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap telah mengantongi identitas vaksinator ke siswa SD di Medan. Vaksinator itu merupakan seorang dokter berinisial G.

"Saya bilang yang itu sih harusnya nanti kita proses secara resmi. Tapi itu juga imbauan buat teman-teman yang lain, tolong jangan begitu, deh," ujarnya saat ditemui di sela peninjauan vaksinasi jimpitan plus di SD Muhammadiyah Jogodayoh, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul.

Setelah terungkap, dokter G menyampaikan permintaan maaf atas ulahnya yang menyuntikkan vaksin kosong pada seorang siswa SD di Medan.

"Saya mohon maaf atas kesilapan yang saya buat ini," kata dokter G di Mapolres Belawan. (Detik)
×
Berita Terbaru Update